160 Penyandang Tuna Daksa Terima Kaki dan Tangan Palsu

Ketua Yayasan Tuna Daksa Muhamad Syaid tengah mengukur penerima kaki palsu.

Ketua Yayasan Tuna Daksa Muhamad Syaid tengah mengukur penerima kaki palsu.

(Suara Gratia)Cirebon – Sebanyak 160 orang penyandang tuna daksa menerima kaki dan tangan palsu gratis. Selain itu, mereka akan diberikan pelatihan menanam hidroponik dan budidaya kerang hijau. Seluruh hasil dari penjualan hasil usaha itu, akan digunakan untuk kegiatan sosial serupa di beberapa wilayah di Cirebon. Sementara, Kota Cirebon merupakan tempat percontohan bagi penyandang disabilitas lainnya yang akan menerima kaki dan tangan palsu.

Ketua Yayasan Tuna Daksa Cirebon, Muhamad Syaid mengatakan, sebanyak 160 orang penyandang difable di Kota Cirebon akan mendapatkan kaki palsu dan tangan palsu, serta alat bantu penyandag folio secara cuma-cuma.
“Sebanyak 80 persen penerima kaki palsu, sisanya tangan palsu dan alat bantu penyandag folio,” katanya, Jumat 07/10/2016.
Setelah mendapat kaki palsu para penyandang tuna daksa akan diberi pelatihan berwirausaha menanam sayuran dan budidaya kerang hijau.
“Kami akan beri pelatihan. Kami sudah punya konsepnya mereka tinggal jalan saja. Kerja, tanam, jual hasilnya digunakan untuk kegiatan Tuna Daksa,” terangnya.
Selanjutnya, pemberian kaki palsu secara cuma-cuma akan diadakan di wilayah lainnya.
“Kota Cirebon jadi tolok ukur untuk kegiatan berikutnya yang rencananya akan diadakan di Indramayu, Kuningan, dan Majalengka,” ungkapnya.
Salah seorang penyandang tuna daksa, Candra (48 Tahun) warga Kesunean Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon mengatakan, sangat terbantu dengan program ini karena sejak kecelakaan hingga kakinya diamputasi pada tahun 2001 lalu, dirinya tidak punya pekerjaan.
“Dengan kondisi seperti ini sulit mendapat pekerjaan. Selama ini yang membantu kebutuhan sehari-hari dari kakak,” katanya.
Setelah mendapat kaki palsu rencananya ia akan berwirausaha.
“Tadi saya dengar ada pelatihan menanam sayur. Saya ingin sekali ikut, kalau tidak saya mau dagang di rumah,” tuturnya.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s