Salahgunakan Izin Tinggal Dua WNA Asal Tiongkok Dideportasi

Kepala Sub Seksi Pengawasan Kantor Imigrasi Klas II Cirebon, Teuku Adelian Muda (kiri) dan Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Klas II Cirebon, Raja Ulul Azmi Syahwali (tengah) dengan latar belakang dua WNA asal Tiongkok.

Kepala Sub Seksi Pengawasan Kantor Imigrasi Klas II Cirebon, Teuku Adelian Muda (kiri) dan Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Klas II Cirebon, Raja Ulul Azmi Syahwali (tengah) dengan latar belakang dua WNA asal Tiongkok.

(Suara Gratia)Cirebon – Dua warga negara asing (WNA) asal Tiongkok bakal dideportasi. Karena Zheng Haohui (25 tahun) dan Zheng Weishu (57 tahun) terbukti menyalahgunakan paspor yang dimilikinya. Diketahui, keduanya memiliki paspor untuk wisata namun mereka melakukan aktifitas perdagan, yakni membeli rambut warga Kabupaten Majalengka kemudian dijual kembali di negara asaknya untuk membuat rambut palsu.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Klas II Cirebon, Raja Ulul Azmi Syahwali mengatakan, keduanya ditangkap di Desa Panjalin Kabupaten Majalengka tengah melakukan transaski pembelian rambut warga. “Penangkapan kedua WNA itu berdasarkan laporan dari masyarakat. Sebelum ditangkap, mereka ditemukan tengah membeli rambut untuk pembuatan wig (rambut palsu). Setelah diperiksa mereka menggunakan Bebas Visa Kunjungan Wisata (BVKW),” katanya, Jumat 07/10/2016.
Atas pelanggaran itu, keduanya terancam dipidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 500 juta.
“Keduanya dikenai Pasal 122 huruf A dan huruf B. Kami akan deportasi mereka, mengenai waktunya menunggu kwputusan dari Kepala Imigrasi,” ujarnya.
Saat ini, Zheng Haohui dan Zheng Weishu masih dalam pemeriksaan intensif petugas imigrasi Cirebon.
“Sementara kami mendapatkan informasi itu dulu. Mengenai ada kaitannya dengan modus lainnya atau tidak masih kami swlidiki lebih lanjut,” ujarnya.
Sementara, Kepala Sub Seksi Pengawasan Kantor Imigrasi Klas II Cirebon, Teuku Adelian Muda menyebutkan, Haohui telah masuk Cirebon sejak 8 September 2016 dan Weishu masuk sejak 21 September 2016. Mereka ke Indonesia melalui jalur udara dan selama itu tinggal di sebuah hotel di kawasan Tuparev, Kabupaten Cirebon.
“Haohui sudah pernah datang ke Indonesia tahun 2015, tapi tidak tahu tujuannya kemana,” ungkapnya.
Dari tangan keduanya, petugas imigrasi mengamankan barang bukti berupa 70 kilogram rambut bekas yang akan dijual ke Tiongkok dan dua buah paspor.
“Kami mengamankan barang bukti rambut yang dibeli dari warga dengan hatga Rp 700rb per kilogram,” tuturnya.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s