Tersangka Pembunuh dan Pemerkosa Dua Remaja Divonis 8 tahun Penjara

Persidangan SK di PN Kota Cirebon.

Persidangan SK di PN Kota Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Seorang pelaku pembunuhan terhadap sepasang remaja di bawah umur yang melibatkan anggota geng motor, SK (15 tahun) divonis 8 tahun penjara. Kuasa hukum SK mengajukan banding.
Sidang vonis terhadap SK yang masih di bawah umur digelar siang kemarin (Senin, 10/10/2016) di Pengadilan Negeri (PN) Kota Cirebon. Vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih ringan dua tahun dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) 10 tahun.

Dalam persidangan yang dipimpin Hakim Ketua Etik Purwaningsih serta dua hakim anggota, Suharyanti dan Inna Herlina, SK dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus pengeroyokan, pembunuhan, dan pemerkosaan, hingga menyebabkan dua nyawa melayang. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, SK diputus menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Bandung.
Dalam persidangan itu terungkap, keterlibatan terhitung ringan karena hanya memukul salah satu korban, MR (16 tahun) sekali. Pemukulan oleh SK dilakukan di tengah penghadangan teman-teman SK terhadap kedua korban, MR dan Vin (16 tahun) pada 27 Agustus 2016 di jembatan fly over Kepompongan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.
“SK hanya memukul sekali terhadap korban, tapi perbuatan ini merupakan rangkaian dari perilaku kekerasan selanjutnya,” ungkapnya.
Pertimbangan itu membuat majelis hakim menilai, unsur menghilangkan nyawa orang lain telah terpenuhi. SK juga dianggap telah memenuhi unsur kesengajaan. Menurut hakim, SK memiliki kesempatan memikirkan akibat dari perbuatannya, namun tak digunakan.
Karenanya, hakim menilai SK telah berniat menyakiti para korban. Selain itu, hakim pun memandang unsur terencana telah pula terpenuhi karena adanya konsep untuk menyakiti korban.
“Pada 17 Agustus 2016, Dan (salah seorang pelaku yang masih buron) menyebarkan sms kepada kawanan pelaku untuk menyerang kelompok lain. Selain itu ada motif Dan mencintai korban Vin,” terangnya.
Dalam persidangan itu, hakim membeberkan fakta-fakta perbuatan para pelaku hingga menewaskan kedua korban. Selain dipukul dengan tangan kosong, korban MR juga dipukul dengan batu, ditusuk bambu dan pedang samurai. Sementara korban Vin, tak hanya disabet pedang, dia juga diperkosa bergiliran oleh para pelaku.
“SK juga memberi keterangan berbelit-belit sehingga lambat,” pungkasnya.
Sementara hal meringankan SK di antaranya SK bukanlah pelaku utama, masih berusia anak-anak, dan belum pernah dihukum. Atas vonis majelis hakim, kuasa hukum SK, Titin Prialianti mengajukan banding.
“Banyak kejanggalan dalam persidangan, seperti adanya dua saksi kunci yang tak pernah dihadirkan hingga penganiayaan yang diterima SK. Kami duga ada tekanan pihak tertentu dalam penyelesaian kasus ini,” terangnya seusai sidang.
Sebagaimana diketahui, SK merupakan salah satu dari delapan pelaku pengeroyokan, pembunuhan, dan pemerkosaan, yang menewaskan MR dan Vin. Tujuh pelaku lain hingga kini masih mendekam di tahanan Polda Jabar. Di luar kedelapan pelaku, masih ada tiga buronan lain.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s