Ini Kiat Sukses dari Bekraf untuk Pelaku Ekonomi Kreatif di Cirebon

Bimtek peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif di Cirebon.

Bimtek peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif di Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Pengusaha ekonomi kreatif Batik di Cirebon mendapat bimbingan teknis (bimtek) dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia, Kamis 13 Oktober 2016 lalu. Dari sejumlah pemateri dalam Bimtek itu terungkap, kunci sukses pengusaha adalah kerja keras, inovasi, kreatifitas, dan doa.
Seperti yang diungkapkan oleh Ketua PBMT Indonesia H. Joelraso, suatu karya perlu diimbangi dengan doa. Karena, segala jenis usaha memerlukan campur tanganTuhan.
“Profesionalitas perlu attitude dan dalam bekerja perlu orientasi dunia akhirat untuk melahirkan karya terbaik,” katanya, Kamis 13/10/2016.Keberanian untuk berinovasi, memiliki tujuan yang jelas juga merupakan unsur penting dalam membangun bisnis.
“Membangun fondasi bisnis, nyali adalah suatu semangat. Kita harus memiliki nyali untuk menghadapi ketakutan mengawali usaha,” ujarnya.
Sementara, salah seorang pemateri dari Universitas Sebelas Maret Surakarta, Mulyanto memaparkan, tiga hal utama dalam mengembangkan desain motif batik yaitu teknik, desain dan komunikasi.
Tujuh aspek mengembangkan desain produk yang diungkapkannya yaitu, teknik dalam pemilihan materi membuat batik, ekonomis, ergonomi yakni aman dan nyaman, sosial budaya, lingkungan, fungsional (bermanfaat), dan memiliki estetika.
“Dalam mencari ide, perlu mengidentifikasi ikon suatu daerah, membuat visual ikon tersebut dan memanipulasi ikon itu pada visual batik. Cerita daerah bisa digunakan sebagai motif batik yang menjanjikan,” katanya.
Ia berharap, dengan mengembangkan desain motif batik pelaku ekonomi kreatif batik meningkatkan bisnis mereka melalui produk yang memenuhi permintaan pasar.
Narasumber lainnya, dari Universitas Sebelas Maret Surakarta, Nugraha Arif Karyanto mengatakan, menjadi pahlawan harus mulai dari diri sendiri. ATM perlu diterapkan oleh para pengusaha, yaitu amati, tiru dan modifikasi.
Ia juga mengungkapkan, jika mengubah diri menjadi yang lebih baik itu tidak mudah. Niat yang kuat diperlukan dalam mewujudkannya.
“Ubah cara pandang. Taklukkan masa sulit dengan melihatnya sebagai tantangan,” ujarnya.
Salah satu peserta Bimtek, Riris dari Batik Trusmi merasa senang bisa berpartisipasi pada bimbingan teknis ini karena ia mendapatkan banyak pembelajaran dan kiat-kiat menjadi pengusaha yang sukses.
“Acara ini bagus dan bisa membangun, serta memberitahu pemahaman serta memotivasi para peserta untuk menjadi pengusaha yang lebih baik,” katanya.
Dalam Bimtek ini, Bekraf sendiri menghadirkan empat narasumber, yaitu Ketua PBMT Indonesia H. Joelraso, Chairman PBMT Social Venture Singapore Ltd & CEO PBMT Ventura H. Saat Suharto Amjad, Dr. Mulyanto dari Universitas Sebelas Maret Surakarta, serta Nugraha Arif Karyanto.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s