50% Pelajar di Kota Cirebon Terancam Bahaya Asap Rokok

Pengukuran COHb menggunakan smokerlizer di SMPN 15 Kota Cirebon.

Pengukuran COHb menggunakan smokerlizer di SMPN 15 Kota Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Lebih dari 50 persen siswa SMP dan SMA di Kota Cirebon sudah terpapar asap rokok, kategori sedang. Fakta tersebut, diperoleh dari rata-rata hasil pengukuran tes Carboxyhemoglobin (COHb) dengan alat smokerlizer di 14 sekolah SMP dan SMA sejak akhir September 2016 lalu.
Hasil pengukuran sekitar 100 siswa di setiap sekolah, sekitar 50 persen menunjukkan nilai di atas 4, bahkan ada beberapa siswa yang menunjukkan angka lebih dari 10, yang termasuk kategori tinggi.
Ketua Tim Kampanye Bahaya Merokok Kota Cirebon Ma’ruf Nuryasa mengatakan, hal ini cukup mengejutkan apalagi ini di kalangan pelajar, dan harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak.“Bahaya merokok itu sangat nyata, sudah mengancam sampai ke semua lini termasuk anak-anak sekolah,” katanya seusai menggelar kampanye bahaya merokok di SMPN 15 Kota Cirebon Kamis, 20/10/2016.
Hal ini berbanding terbalik bagi kalangan yang berpotensi tinggi terpapar asap rokok.
“Saat kita melakukan pengukuran di semua pejabat musyawarah pimpinan daerah Kota Cirebon, hasilnya menunjukkan angka sangat rendah,” katanya.
Hasil pengukuran itu menunjukkan, mayoritas pelajar terpapar asap rokok di rumah, di lingkungan pergaulan maupun di sepanjang jalan menuju sekolah.
“Paparan tinggi karbon monoksida memang bukan hanya karena perokok aktif, tetapi juga perokok pasif,” terangnya.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon Edi Sugiarto, hasil skor 5 memang belum begitu terasa. Namun skor 10 saja, sudah mempengaruhi sistem saraf sentral.
“Kalau sistem saraf sentral sudah terganggu, dampaknya akan lebih luas. Salah satunya adalah, sulit berkonsentrasi saat belajar,” katanya.
Edi melanjutkan, selain terkait dengan penegakan Peraturan Daerah nomor 8 tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), kewajiban mengajak masyarakat untuk hidup sehat, harus terus dilakukan.
“Karena bahaya merokok bukan hanya dialami oleh perokok aktif, tetapi juga perokok pasif. Untuk itu, kita wajib melindungi diri sendiri, keluarga, dan orang lain dari bahaya asap rokok,” pungkasnya.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s