Didemo Warga, PLTU Cirebon akan Audit Program CSR-nya

PLTU Cirebon yang terletak di Desa Kanci Kulon Kabupaten Cirebon.

PLTU Cirebon yang terletak di Desa Kanci Kulon Kabupaten Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Demonstrasi selama 5 hari berturut-turut di area Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon, membuat pihak pengelola penyedia listrik itu mengevaluasi program penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR). Demonstrasi yang dilakukan Aliansi Masyarakat Kanci Kulon sendiri, menuntut status lahan yang digunakan PLTU Cirebon dan kejelasan penyaluran CSR.

Wakil Presiden Direktur PT Cirebon Electric Power (CEP) selaku pengelola PLTU Cirebon, Heru Dewanto mengungkapkan, audit akan dilakukan secepatnya dalam minggu ini. Audit ini, untuk melihat kesesuaian program CSR yang telah dilaksanakan.“Kami akan meninjau ulang program CSR, baik dari aspek program maupun tata pelaksanaannya, dan kami ingin mendengar apa yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat,” Senin 24/10/2016.
Pihaknya berharap, Audit ini dapat menjelaskan alasan demonstrasi masih sering berlangsung, terutama menjelang rencana pembangunan PLTU 2 berkapasitas 1.000 MegaWatt (MW).
“Ini kan banyak demo dari warga. Kita juga bertanya kenapa ada demo. kita kan status tanah sudah jelas sewa dari negara, masalah lingkungan kita punya teknologi ramah lingkungan. Nah, barangkali CSR-nya, karena itu kita mau audit,” katanya.
Heru menjelaskan, program CSR sudah dijalankan perusahaannya sejak PLTU masih dalam konstruksi yakni sekitar tahun 2008 lalu.
“PLTU dioperasikan sejak tahun 2012. Sejak masa konstruksi kita sudah punya CSR,” terangnya.
Pihaknya pun tidak ingin keberadaan PLTU tidak membawa dampak positif kepada masyarakat sekitar.
“Kami ingin menjadi tetangga yang baik. Bukan hanya tinggal diantara masyarakat, tapi menjadi bagian dari masyarakat itu,” katanya.
Sementara, Manajer HRD PT CEP, Yusuf Ariyanto menyebutkan, program CSR yang dilaksanakan yakni mulai dari pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan lainnya.
“Di bidang pemberdayaan ekonomi seperti pelatihan kerja, pinjaman tanpa bunga, pemberdayaan masyarakat pesisir dengan kerajinan batik, pembuatan terasi, dan sebagainya,” tuturnya
Di bidang kesehatan, CSR yang telah dilaksanakan di antaranya adalah, pembangunan pusat pelatihan desa  posyandu di sembilan desa sekitar PLTU, asuransi kesehatan, dan lainnya. Di bidang pendidikan di antaranya sharing penerapan teknologi PLTU bagi sekitar 1.500 siswa/mahasiswa, beasiswa untuk 1.200 murid SD di 22 Desa sekitar PLTU, pelatihan guru, dan lainnya.
“CSR kami salurkan untuk asuransi kesehatan bagi 3 ribu nelayan setiap tahunnya. Selain meminimalisir dampak lingkungan, kita punya kegiatan sosial lingkungan yang wajib kita lakukan, dan bagaimana memberikan alternatif-alternatif mata pencarian untuk petani garam yang terdampak kehilangan mata pencarian,” ungkapnya.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s