Produk Warga Binaan Lapas Cirebon Sulit Dijual

Warga binaan Lapas Kelas I Kesambi Cirebon, tengah membuat keset dari bahan limbah industri konfeksi.

Warga binaan Lapas Kelas I Kesambi Cirebon, tengah membuat keset dari bahan limbah industri konfeksi.

(Suara Gratia)Cirebon – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cirebon kesulitan menjual dan memasarkan produk warga binaanya. Kesulitan ini bukan berarti produk tersebut tidak laku dipasaran karena kualitasnya yang rendah, tetapi kurangnya tenaga pemasaran dan penjualan. Warga binaan LP Kesambi sendiri, sejauh ini sudah memproduksi sejumlah komoditas diantaranya adalah keset dari bahan limbah industry konfeksi, meubel dari rotan sintetis, produksi bola sepak, kaligrafi dari bahan alumunium, jaring ikan, kaos, dan lainnya.

Menurut Kepala Lapas Kelas I Kesambi Cirebon, Taufiqurrahman, hasil produk warga binaan tidak bisa maksimal dalam hal penjualan padahal kualitasnya tidak kalah bagus dari produk serupa yang ada di pasaran.“Kita kesulitan memasarkan produk hasil karya warga binaan. Ini terjadi karena, belum adanya jaringan pemasaran, kurangnya promosi, dan kurangnya petugas Lapas yang menguasai bidang pemasaran,” katanya, Selasa 25/10/2016.
Ia mengatakan, sebelumnya, untuk mengatasi menumpuknya stok barang yang dihasilkan warga binaan, pihaknya hanya memanfaatkan event-event yang diadakan Pemerintah Daerah atau pihak swasta yang mengadakan pameran.
“Cara menjualnya kita buka stand di acara pameran-pameran. Tapi, itu kan event-event tertentu saja tidak kontinyu,” imbuhnya.
Namun, kini ada harapan besar produk-produk hasil karya warga binaan itu bisa dijual bebas ke masyarakat. Yakni, dengan bekerjasama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan (Disperindagkop) UMKM Kota Cirebon, Dinas Kesehatan, dan pihak swasta.
“Kami menandatangai MoU dengan Pemerintah Kota Cirebon dan swasta untuk memasarkan sekaligus menjual produk warga binaan. Kami harap, produk yang dihasilkan warga binaan bisa dijual luas seperti produk komoditas pada umumnya,” tuturnya.
Kepala Disperindagkop UMKM Kota Cirebon, Yati Rohayati mengatakan, pihaknya akan mendukung pemasaran produk warga binaan sekaligus peningkatan sumber daya manusianya agar tercipta produk dagangan yang lebih berkualitas.
“Prinsipnya kita adalah mitra semua pengrajin. Selain pemasaran, kami akan berikan pendampingan dan pelatihan untuk warga binaan,” katanya.
Setelah meninjau ke tempat produksi sejumlah produk seperti keset, pembuatan kaos, dan pembuatan bola sepak di Lapas kelas I Kesambi Cirebon. Ia menyatakan, pihaknya memiliki tanggungjawab besar agar produk warga binaan dapat diterima masyarakat dan dapat bersaing di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
“Kalau tidak tereksploitasi keluar ya percuma. Kalau bukan kita siapa lagi?,” ujarnya.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s