Pegawai Daop III Cirebon Dites Urine

Pegawai Daop III Cirebon dites urine.

Pegawai Daop III Cirebon dites urine.

(Suara Gratia)Cirebon – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cirebon memeriksa sekitar 100 orang pegawai di PT KAI Daerah Operasi (Daop) III Cirebon. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di seluruh lapisan instansi. Setelah apel pegawai sekitar pukul 08.00 WIB tanpa pemberitahuan sebelumnya, satu per satu pegawai dari tingkat Masinis, Polsuska, karyawan kantor, petugas operasional, perawatan dan lainnya, tidak terkecuali Kepala Daop III Cirebon, menjalani tes urine di kantor Daop III Cirebon di Jl. Siliwangi.
Menurut Kepala Daop III Cirebon Mohammad Elly, penyalahgunaan narkoba bisa terjadi dimana saja, tidak tertutup kemungkinan di lingkungan Daop III terdapat hal semacam itu.“Dimanapun bisa terjadi kasus-kasus penyalahgunaan narkoba. Di Daop III bisa saja ada,” katanya, Senin 07/11/2016.
Ia mengatakan, jika petugas terbukti positif mengkonsumsi narkoba maka pihaknya akan menyerahkannya kepada pihak berwajib untuk diproses hukum atau direhabilitasi.
“Kita akan tindak lanjuti lebih jauh, dengan melakukan pemanggilan sampai kemungkinan besar direhabilitasi,” ujarnya.
Ia menyatakan, supaya hasilnya maksimal, tes urine ini berkordinasi dengan BNN Kota Cirebon tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada pegawai.
“Ini sifatnya random dan dadakan, supaya hasilnya lebih valid. Utamanya pada personil operasional yang langsung bersinggungan dengan pelayanan terkait keselamatan penumpang,” katanya.
Sementara, Manajer Kesehatan Daop III Cirebon Surono mengatakan, untuk menjaga kesehatan seluruh pegawai di Daop III Cirebon dipastikan menjalani tes kesehatan baik secara fisik maupun psikologi.
”Kita ada medical chek up setiap enam bulan, berat badan dan tinggi badan dipantau, kemudian kami juga punya klinik yang dapat memeriksa kesehatan setiap pegawai terutama awak kereta dan masinis. Jika masinis dinyatakan kesehatannya tidak layak, maka dia tidak akan ditugaskan,” ujarnya.
Pemeriksaan kesehatan itu dilakukan, selain untuk menjaga kondisi pegawai dalam kondisi prima juga sebagai tindakan penyalahgunaan narkoba.
“Kita menepis anggapan keliru mengenai narkoba yang dapat memberikan efek tertentu pada kesehatan. Jadi, kesehatan seluruh pegawai selalu kita pantau,” pungkasnya.(Frans C Mokalu)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s