Kota Cirebon Kekurangan 600 Guru

Kepala BK Diklat Kota Cirebon Anwar Sanusi.

Kepala BK Diklat Kota Cirebon Anwar Sanusi.

(Suara Gratia)Cirebon – Pemerintah Kota Cirebon kekurangan sekitar 600 guru pegawai negeri sipil (PNS). Berdasarkan data di Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Latihan (BK Diklat) Kota Cirebon, perincian kekurangan guru, sebanyak 400 orang diantaranya untuk guru SD, 116 orang untuk guru SMP dan 84 orang untuk guru SMA.
Menurut Kepala BK Diklat Kota Cirebon Anwar Sanusi, data terakhir jumlah guru SD di 134 SD di Kota Cirebon tercatat 986 orang.

“Sementara jumlah kebutuhan minimal guru SD sebanyak 1.384 orang, dengan perincian 1.009 guru kelas, 145 guru agama, 140 guru pendidikan jasmani dan kesehatan serta 90 guru muatan lokal,” katanya Selasa (08/11/2016).
Sedangkan jumlah total guru SMP dari 18 SMPN, saat ini tercatat sebanyak 641 orang, sementara jumlah kebutuhan 757 orang.
“Untuk jumlah guru SMA dari sembilan SMAN tercatat 458 orang, dari kebutuhan 540 orang guru,” katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon Jaja Sulaeman, menegaskan, jumlah kekurangan guru terutama untuk guru SD lumayan banyak. Saat ini, sejumlah sekolah bahkan hanya memiliki tiga atau empat guru PNS.
Padahal, satu sekolah minimal harus memiliki enam guru kelas, satu guru bidang studi, satu orang kepala sekolah dan satu penjaga sekolah.
“Pengangkatan guru SD dulu kan jaman guru Inpres, sehingga sekarang-sekarang ini hampir bersamaan memasuki usia pensiun,” katanya.
Kalau moratorium pengangkatan PNS tidak segera dihentikan, menurutnya, memasuki tahun 2019 hampir bisa dipastikan, guru SD hampir habis, karena sebanyak 700 guru memasuki usia pensiun.
“Kondisi ini sangat dilematis, satu sisi sangat kekurangan guru, sementara ada larangan mengangkat honorer ditambah lagi ada moratorium,” tegasnya.
Menghadapi kondisi tersebut, Disdik bakal mengambil kebijakan efisiensi managemen, dengan menggabungkan SD yang ada dalam satu kawasan.
Menurutnya, mulai tahun 2017 mendatang, Disdik akan melakukan merger terhadap sejumlah SD yang ada dalam satu kawasan, untuk efisiensi manajemen.
“Sehingga nantinya, cukup satu kepala sekolah untuk beberapa SD yang masih dalam satu kawasan. Sementara jumlah rombongan belajar tetap, karena ruangannya sudah tersedia,” katanya.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s