Banjir Rob, Rendam 550 rumah di Indramayu

Banjir rob yang menggenangi dua Desa di Kabupaten Indramayu.

Banjir rob yang menggenangi dua Desa di Kabupaten Indramayu.

(Suara Gratia)Cirebon – Sekitar 550 rumah di dua desa di Kabupaten Indramayu terendam banjir rob setinggi 20 hingga 40 cm. Banjir rob yang terjadi di Desa Eretan Wetan dan Desa Eretan Kulon Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu ini, diduga karena fenomena supermoon atau bulan purnama besar.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, banjir rob atau air pasang ini terjadi pada Selasa, 15/11/2016 sekitar pukul 08.00 WIB, menggenangi rumah-rumah yang berada di pinggir sungai Ciperawan dan jalan Desa.“Desa Ereten Wetan yang terkena banjir rob sekitar 350 Rumah, dan Desa Ereten Kulon yang terkena banjir Rob sekitar 200 Rumah,” katanya, Selasa 15/11/2016.
Menurut informasi, sampai saat ini masyarakat yang terkena banjir rob belum ada yang mengungungsi ke tempat lain karena air akan turun sekitar 1 hingga 2 jam.
“Hasil koordinasi Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) dengan Badan Penanggulangan Bencana Dareah (BPBD) Kabupaten Indramayu belum perlu didirikan tenda untuk pengungsian,” ujarnya.
Ia melanjutkan, banjir rob atau air pasang laut di Eretan Wetan Kabupaten Indramayu, disebabkan oleh air rob laut yang terjadi setiap bulan pada saat bulan purnama, banjir relatif lama dikarenakan buruknya drainase dan permukaan yg relatif rendah dibandingkan desa yang lain.
“Selain karena bulan purnama, kesadaran masyarakat yang rendah antara lain membuang sampah sembarangan, mematikan saluran, mendirikan bangunan diatas saluran, menyebabkan banjir rob lebih lama menggenangi rumah penduduk,” katanya.
Namun, banjir rob kali ini termasuk tidak terlalu besar karena pada hari Senin 14 November 2016 lalu, di Wilayah Kroya dan Gabus tidak turun hujan sehingga kiriman air dari kali Ciperawan tidak besar.
“Kemarin tidak hujan, jadi banjir rob tidak terlalu besar,” pungkasnya.
Untuk mencegah banjir serupa terjadi, pihaknya mengimbau kepada Pemda setempat untuk memperbaiki drainase, mengembalikan fungsi saluran yang digunakan oleh masyarakat untuk bangunan, dan perlu dibangun tanggul permanen sepanjang kali perawan disekitar pemukiman.
“Perlu sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, karena ada beberapa yang menjadi kewenangan pemerintah pusat. Antara lain penataan kali perawan,” tutupnya.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s