Terlibat Korupsi, Mantan Kepala Desa Ditangkap Polisi

Petugas mengamankan mantan kepala desa yang terlibat kasus korupsi.

Petugas mengamankan mantan kepala desa yang terlibat kasus korupsi.

(Suara Gratia)Cirebon -Diduga terlibat korupsi pengadaan tanah, mantan kepala Desa (kuwu) Serang Kulon, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, diamankan Polisi. Tak hanya mantan kuwu berinisial Jo, polisi juga menangkap mantan sekretaris desa, Suk. Keduanya diduga terlibat korupsi pengadaan tanah milik desa yang terkena pembebasan tanah Tol Kanci-Pejagan pada 2008.
Wakil Kepala Kepolisian Resor Cirebon, Kompol Bonifacius Surano kemarin mengungkapkan, atas perbuatan keduanya, negara mengalami kerugian Rp 597.300.000. Kejadian itu sendiri diketahui berlangsung pada periode Januari-Mei 2010.

“Kerugian Negara dengan adanya kasus korupsi yang dilakukan mantan Kepala Desa berinisial Jo dan Suk ini sebesar Rp 597.300.000,” katanya, Selasa 22/11/2016.
Kasus ini sendiri bermula ketika 23 Januari 2008 Tim Pengadaan Tanah Ruas Jalan Tol Kanci-Pejagan Direktorat Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum telah membayar ganti rugi tanah kas Desa Serang Kulon senilai Rp 780,3 juta. Uang tersebut ditransfer ke rekening giro Bank Jabar Banten (BJB) Kantor Cabang Sumber atas nama Pemerintah Desa Serang Kulon.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Cirebon, AKP Joni menambahkan, sesuai aturan pencairan uang ganti rugi berdasar Pasal 34 Peraturan Bupati Cirebon Nomor 2 Tahun 2008 tentang perubahan atas Peraturan Bupati Cirebon Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Sumber Pendapatan Desa, pencairan dana ganti rugi pelepasan tanah kas desa dilampiri rekomendasi camat dan bupati menerbitkan rekomendasi kepada pemegang kas desa sebagai persyaratan pengambilan uang.
“Tapi cek giro ganti rugi itu oleh tersangka Jo dan Suk, dicairkan tanpa rekomendasi bupati,” cetus Joni.
Pencairan dilakukan bertahap setidaknya enam kali di BJB KCP Ciledug dengan total Rp 811.500.000 dari Januari hingga Mei 2010. Sesuai Peraturan Bupati Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Sumber Pendapatan Desa dan Uang Ganti Rugi Pelepasan Tanah Kas Desa, uang ganti rugi tersebut seharusnya untuk membeli tanah pengganti.
Namun yang dibelikan tanah pengganti hanya seluas 1,5 hektar senilai Rp 183 juta di Desa Mekarsari, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon. Sementara sisanya Rp 597.300.000 digunakan untuk kepentingan pribadi kedua tersangka.
Selain itu ada dana Rp 31,2 juta yang merupakan bunga bank dari dana ganti rugi tanah kas desa yang penggunaannya tak dapat dipertanggungjawabkan. Dari tangan keduanya, polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya dua lembar print out rekening giro atas nama Pemerintah Desa Serang Kulon yang dikeluarkan BJB Cabang Sumber, lima akta jual beli tanah pengganti Desa Serang Kulon, serta sejumlah dokumen terkait lainnya.
“Kedua tersangka kami amankan bersama beberapa barang bukti, seperti akta jual beli, kuitansi, dan lainnya,” ujarnya.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s