Jelang 212 Wakapolri Kunjungi Ulama di Cirebon

Silaturahmi Wakapolri Komjen Syafruddin bersama ulama di Cirebon.

Silaturahmi Wakapolri Komjen Syafruddin bersama ulama di Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Wakapolri Komjen Syafruddin mengunjungi ulama di Pondok Pesantren Cirebon. Sebelum bersilaturahmi ke Pengasuh Pondok Pesantren Buntet Cirebon KH Anas Arsyad, Wakapolri melakukan ziarah ke makam KH Abdul Jamil, salah seorang sesepuh Pengasuh Pondok Pesantren Buntet Cirebon.
Wakapolri mengatakan, kunjungan ini hanya silaturahmi biasa tidak ada hubungannya dengan persiapan atau kordinasi demo susulan yang akan dilakukan pada 2 Desember 2016 mendatang.

“Tidak ada pembicaraan khusus dengan demo 2 Desember 2016, saya sebagai Wakapolri sudah meniatkan hanya silaturahmi biasa,” katanya, Jumat 25/11/2016.Namun, ia menyatakan seluruh elemen bangsa terutama para ulama dan santri memiliki peranan penting menjaga stabilitas keamanan Indonesia.
“Indonesia ini sangat besar, sangat indah, sumber daya alam yang melimpah, dan memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di Dunia. Oleh karena itu perlu kita jaga bersama, semua harus berperan terutama ulama,” imbuhnya.
Terkait aksi demonstrasi besar-besaran yang akan dilakukan umat muslim tanggal 2 Desember 2016 nanti, ia tidak memberikan imbauan khusus kepada masyarakat Cirebon. Menurutnya, seluruh pesantren dan ulama di Cirebon sudah mengerti apa yang harus dilakukan untuk menjaga kerukunan, toleransi, persatuan, dan kedamaian di Indonesia.
“Mereka sudah mengerti semua, paham mengenai Kebhinekaan, paham dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.
KH Anas Asryad pun menyatakan, kunjungan Wakapolri ke kediamannya hanya silaturahmi biasa tidak ada hal-hal yang khusus.
“Beliau hanya silaturahmi, tidak ada yang sensitif,” katanya.
Kiai mengaku, pembicaraan dengan Wakapolri hanya seputar keamanan dan kesatuan Indonesia.
“Ketimbang gejolak-gejolak yang membahayakan. Kita jauh lebih menuju ke kedamaian, keamanan, dan ketentraman,” ujarnya.
Dengan tegas, dirinya tidak menganjurkan masyarakat, santri dan ulama Cirebon, ikut turun ke jalan melakukan demonstrasi besar-besaran di Jakarta.
“Tidak ada anjuran sedikitpun dari kami keluarga besar Pondok Pesantren Buntet untuk ikut demo 2 Desember 2016,” pungkasnya.(Frans C Mokalu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s