Imigrasi Cirebon Dalami Kasus WNA Tiongkok Penyalahguna Izin Tinggal

Didampingi penerjemah (kemeja putih, kiri), salah seorang WNA asal Tiongkok yang diamankan di Kabupaten Cirebon, tengah menjalani pemeriksaan di Imigrasi Kelas II Cirebon.
Didampingi penerjemah (kemeja putih, kiri), salah seorang WNA asal Tiongkok yang diamankan di Kabupaten Cirebon, tengah menjalani pemeriksaan di Imigrasi Kelas II Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Kepolisian dan Imigrasi Cirebon mengamankan 4 orang Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok, Kamis 5/01/2017 kemarin. Empat WNA asal Tiongkok yang bekerja sebagai buruh pabrik kapur di Desa Gempol Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon ini diantaranya adalah, Zhang Hongmei (43 tahun), Liu Meihua (45 tahun), Sun Shuilai (44 tahun), dan Sun Dongjie (36 tahun). Ketika ditemui petugas, mereka tidak dapat menunjukan dokumen resmi dan belakangan diketahui mereka pun menyalahi izin tinggal di Indonesia.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Cirebon, Raden Fajar Widjanarko mengatakan, berdasarkan informasi dari masyarakat, pihaknya mengamankan empat WNA asal Tiongkok yang tengah melakukan aktifitas di sekitar pabrik Kapur Kabupaten Cirebon.
“Menurut informasi ada lima orang, setelah kami telusuri yang satu sudah pulang ke negaranya. Ketika ditanyakan, mereka tidak bisa menunjukkan dokumen, hanya menunjukkan surat domisili saja,” katanya, Jumat 6/01/2017.
Kini keempatnya tengah menjalani pemeriksaan intensif di Kantor Imigrasi Kelas II Cirebon, pihak sponsor yang mendatangkan WNA itu pun turut diperiksa. Setelah menjalani pemeriksaan, diketahui dokumen yang dimiliki hanya untuk kunjungan wisata.
“Menurut paspor dan visa yang ada, mereka datang ke Indonesia sejak bulan Agustus 2016 lalu. Tapi, hanya untuk melakukan kunjungan sosial budaya, kalau melihat kenyataan di lapangan mereka melakukan aktifitas produksi di suatu tempat yang menghasilkan suatu produk. Pihak yang mendatangkannya juga kita panggil,” terangnya.
Hasil pemeriksaan sementara, mereka dikenakan Pasal 71 bahwa setiap orang asing wajib menunjukkan dokumen apabila diminta oleh petugas.
“Sementara kami kenakan Pasal 71, tidak menutup kemungkinan akan dikenakan Pasal 122 mengenai penyalahgunaan izin tinggal, sekarang masih kita dalami,” pungkasnya.
Sementara, mengenai surat domisili yang dimiliki WNA asal Tiongkok tersebut, Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra mengaku kecolongan.
“Ya, kita mengaku kecolongan. Maka dari itu, akan kita panggil Kuwu atau yang berwenang memberikan surat domisili tersebut. Kalau memang ada pelanggaran akan kita tindak sesuai mekanisme hukum yang ada,” katanya.
Ia memastikan, ke depan pihaknya akan memperketat pemeriksaan dokumen izin tinggal WNA khususnya yang beraktifitas di Kabupaten Cirebon.
“Keberadaan WNA tidak hanya tanggungjawab keimigrasian saja, tetapi para Camat dan para Kuwu pun harus mendeteksi secara dini keberadaan mereka. Buktinya apa? Kemarin saja, yang terjadi di Kecamatan Gempol informasinya didapatkan dari RT/RW setempat,” ujarnya.(Frans C Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s