Petugas Tangkap Pedagang Kukang Online di Cirebon

Petugas mengamankan Kukang yang dijual secara online oleh AJ.
Petugas memeriksa Kukang yang dijual secara online oleh AJ.

(Suara Gratia)Cirebon – Petugas gabungan Polres Cirebon Kota, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Polisi Kehutanan, mengamankan 19 Kukang  (Nycticaebus sp.). Primata yang masuk dalam hewan dilindungi  ini diamankan dari AJ  (24 tahun) di kediamannya di Desa Pegagan Lor Kecamata Kapetakan Kabupaten Cirebon. Pengamanan pelaku yang diduga menjual Kukang-kukang ini di situs media sosial Facebook, berkat laporan dari masyarakat dan ditindaklanjuti oleh petugas.

Kasubdit Pencegahan dan Pengamanan Wilayah Hutan Jawa-Bali Dirjen Penegakkan Hukum KLHK, Achmad Pribadi, mengatakan, dari 18 Kukang yang diamankan terdiri dari 8 jantan dan 10 betina serta satu bayi Kukang berumur satu hari.
“Total ada 19 Kukang yang kita amankan termasuk satu bayi Kukang yang belum bisa dipastikan jenis kelaminnya karena umurnya baru satu hari,” katanya, Jumat 20/01/2017.
Menurutnya, perkiraan sementara ke-19 Kukang ini belum lama ditangkap dari alam liar karena masih ada taringnya, karena Kukang yang dijual di pasar taringnya sudah dipotong.
“Kelihatannya masih liar, karena setelah diperiksa oleh dokter hewan dari International Animal Rescue (IAR), taring-taringnya masih lengkap,” ujarnya.
Pihaknya menduga, primata pemakan serangga yang termasuk salah satu hewan dilindungi ini ditangkap dari hutan sekitar Jawa Barat bagian Timur. Hewan ini pun sudah masuk dalam kategori sangat terancam punah.
“Menurut International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) Kukang ini sudah masuk Red List. Kalau dibiarkan praktek perdagangan Kukang ilegal ini, maka 5 tahun kedepan kita tidak bisa melihat Kukang lagi,” pungkasnya.
Sementara, Wakapolsek Kapetakan Polres Cirebon Kota Iptu Otong Jubaedi mengatakan, pelaku bisa dijerat Undang Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dengan ancaman hukuman penjara selama lima tahun dan denda Rp 100 juta.
“Setelah diperiksa, yang bersangkutan tidak memiliki dokumen resmi dan izin penjualan hewan tersebut. Kasusnya masih kita dalami karena baru diamankan tadi pagi, sementara pelaku bisa diancam hukuman sampai lima tahun penjara,” katanya.
Ia melanjutkan, diduga pelaku menjual Kukang itu secara ilegal di media sosial Facebook, namun belum bisa dipastikan ke daerah mana saja hewan itu dipasarkan.
“Saat ini kami belum bisa memastikan kemana saja hewan itu dijual karena secara keseluruhan masih dalam proses penyidikan. Tapi yang jelas, Kukang itu dijual lewat Facebook,” tuturnya.(Frans C Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s