BI Cirebon Ajak Masyarakat Tukar Uang Baru Secukupnya

Kepala KPw BI Cirebon, Abdul Majid Ikram menunjukkan pecahan uang Rupiah baru emisi 2016.

Kepala KPw BI Cirebon, Abdul Majid Ikram menunjukkan pecahan uang Rupiah baru emisi 2016.

(Suara Gratia)Cirebon – Sejak diluncurkannya 11 pecahan uang baru Negara Kesatuan Repulbik Indonesia (NKRI) tanggal 19 Desember 2016 lalu, banyak masyarakat yang ingin memilikinya. Tidak tanggung-tanggung penukaran dalam jumlah besar pun dilakukan, yakni mencapai Rp 10 juta hingga Rp 100 juta per orang. Padahal, uang pecahan lama masih berlaku untuk transaksi ekonomi baik di perbankan maupun perdagangan.Menurut, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon, Abdul Majid Ikram, sejak diluncurkannya pecahan uang Rupiah baru emisi 2016, didorong oleh rasa penasaran yang tinggi dan euphoria, masyarakat di wilayah Cirebon khususnya, berbondong-bondong menukarkan uang baru dalam jumlah besar.

“Kita memahami karakteristik masyarakat jika ada yang baru pasti menarik perhatian dan karena rasa penasaran jadi masyarakat ingin memiliki uang baru,” katanya, Rabu 1/01/2017.
Ia menjelaskan, menurut pengakuan rekan-rekan di perbankan, masyarakat menukarkan uang baru dalam jumlah besar dari Rp 10 juta sampai Rp 100 juta yang terbagi dalam beberapa pecahan. Uang pecahan baru itu pun, sebagian besar tidak digunakan tetapi disimpan, sehigga mempengaruhi sirkulasi uang yang beredar di masyarakat, selain itu uang yang tersimpan dan tidak digunakan, tidak memiliki nilai ekonomis.
“Menurut kabar dari kawan-kawan di perbankan, kebanyakan uang baru disimpan di laci dan di dompet. Berarti uang itu tidak berputar, lebih baik uang itu disimpan di Bank dapat bunga. Kalau tidak digunakan tidak memiliki nilai ekonomis,” terangnya
Majid mengungkapkan, hingga kini pihaknya terus memenuhi kebutuhan uang baru di Wilayah III Cirebon (Kota/Kabupaten Cirebon, Majalengka, Indramayu, Kuningan). Namun, ia enggan menyebutkan jumlah uang baru yang beredar di wilayah III Cirebon.
“Kita akan terus memenuhi ketersediaan uang baru, untuk jumlahnya tidak bisa kita sebutkan,” katanya.
Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar menukarkan uang baru dengan jumlah secukupnya, karena uang lama masih berlaku.
“Kalau menukar Rp 10 juta uang barunya bisa Rp 1 juta saja atau bisa Rp 2 juta. Kita minta masyarakat menukarkan uang baru secukupnya saja, uang lama pun masih berlaku,” ujarnya.
Masyarakat tidak perlu terburu-buru menukarkan uang baru, karena uang lama yang ditarik dari masyarakat sebagian besar masih diedarkan kembali, karena menurutnya masih layak edar dan sah digunakan.
“Disamping uang baru emisi 2016, uang lama yang masih layak edar kita edarkan kembali,” pungkasnya.(Frans C Mokalu)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s