Agus Suwarno, Jalan Kaki ke Jakarta Kampanyekan Gerakan Anti Narkoba

Kepala BNN Kota Cirebon, Yayat Sosyana (kiri) dan Agus Suwarno (kanan).
Kepala BNN Kota Cirebon, Yayat Sosyana (kiri) dan Agus Suwarno (kanan).

(Suara Gratia)Cirebon – Berawal dari sebuah nazar, Agus Suwarno (68 tahun) jalan kaki ke Jakarta. Kakek dari 6 cucu ini akan menemui Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso, untuk meminta penegakkan hukum kepada badar narkoba dan mendirikan Kantor BNN di seluruh Indonesia.
Memulai perjalanannya dari Jepara Senin, 23 Januari lalu, dengan menempuh jarak sepanjang 324 Km, selama 10 hari, Agus berhasil tiba di kantor BNN Kota Cirebon Kamis (2/02/2017). Untuk mengkampanyekan gerakan anti narkoba di sepanjang perjalanannya, selain membawa bendera merah putih, ia pun melilitkan dua spanduk di tubuhnya dengan tulisan “Dimas Kanjeng Narkoba, Minggatlah dari Nusantara” dan “Janganlah Mengenal Narkoba”.

Kakek enam cucu yang suka berpetualang itu, ketika bertemu Budi Waseso dirinya akan memberikan dukungan dan semangat untuk memberantas narkoba di nusantara dan meminta hukuman seberat-beratnya bagi pengedar narkoba.
“Saya ingin pengedar narkoba ditembak mati,” katanya, ketika ditemui di Kantor BNN Kota Cirebon, Kamis 2/02/2017.
Selain itu, dia juga akan meminta izin dan rekomendasi agar diperbolehkan berkampanye di sekolah-sekolah, di seluruh Indonesia.
“Karena narkoba sudah memasuki anak-anak kita di sekolah,” pungkasnya.
Ia pun merasa prihatin dengan penyalahgunaan narkoba di Indonesia, karena banyak pejabat bahkan anak-anak muda yang terjerat ke dalam narkoba.
“Jangan sampai narkoba merajalela di Indonesia. Mau jadi apa bangsa ini kalau generasi mudanya saja sudah menggunakan narkoba,” ujarnya.
Agus berharap di sisa umurnya, ia bisa sedikit memberikan kontribusi positif kepada bangsa dan negara.
“Saya mungkin bukan siapa-siapa, tapi niat saya ikhlas mengingatkan warga sepanjang perjalanan Jepara-Jakarta, akan bahaya narkoba,” katanya.
Ia mengaku, jalan kaki ke Jakarta bermula pada sebuah nazar dan jalan kaki dinilainya merupakan cara paling efektif agar pesan yang ia kampanyekan sampai ke masyarakat dan pemerintah.
“Satu tahun lalu saya kena sarap kejepit sampai tidak bisa apa-apa. Kalau sudah sembuh saya bernazar jalan kaki ke Jakarta,” katanya.
Sementara, Kepala BNN Kota Cirebon Yayat Sosyana mengaku, terharu sekaligus bangga karena ada masyarakat yang peduli terhadap nasib bangsa dan generasi muda terhadap penyalahgunaan narkoba.
“Saya bangga dengan beliau, karena dengan segala kerendahan hatinya ia memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap bangsa dan generasi muda,” katanya.
Ia berharap, apa yang dikampanyekan Agus berhasil dan semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap pemberantasan narkoba.
“Kita mendoakan agar apa yang dicita-citakan Pak. Agus berhasil dan dapat mengajak masyarakat lainnya untuk memberantas narkoba,” tuturnya.(Frans C Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s