OJK Cirebon Bidik 3 Perusahaan Investasi Bodong

Kepala OJK Cirebon, Muhamad Lutfi.
Kepala OJK Cirebon, Muhamad Lutfi.

(Suara Gratia)Cirebon – Setelah PT Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI) dibekukan asetnya dan kasusnya ditangani Mabes Polri. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon kini tengah membidik tiga perusahaan investasi bodong lainnya. Ketiganya, diketahui beroperasi sejak empat tahun lalu berlokasi di Kota dan Kabupaten Cirebon, bahkan salah satunya sudah memiliki ribuan nasabah. Dua diantaranya, dalam penanganan Polres Cirebon Kota, sementara satu perusahaan investasi abal-abal lainnya masih dalam pantauan Tim Satgas Investasi OJK Cirebon.

Kepala OJK Cirebon, Muhamad Lutfi menyatakan, selain PT CSI ada tiga perusahaan investasi abal-abal yang tengah dibidik, karena diduga kuat ketiganya tidak memiliki izin operasi dari pihak berwenang dan tidak bisa memenuhi kewajibannya terhadap nasabah, sehingga banyak nasabah yang dirugikan.
“Semuanya ada empat perusahaan termasuk PT CSI. Ketiganya tidak bisa memenuhi kewajiban terhadap nasabah, ” katanya, ditemui usai menghadiri Pertemuan Tahunan Kantor Otoritas Jasa Keuangan Cirebon dengan Pelaku Industri Jasa Keuangan di Wilayah III Cirebon Tahun 2017, Jumat 10/02/2017.
Kasus ini terbongkar setelah pihaknya mendapat banyak pengaduan dari masyarakat.
“Nasabah yang dirugikan langsung datang ke kantor melaporkan. Dan ada yang melapor ke Dinas Koperasi juga,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, skema operasi investassi bodong diantaranya adalah, nasabah diminta menyetorkan uang sebesar Rp 8 juta, dijanjikan berangkat Umroh dalam waktu tiga tahun. Namun, setelah waktu yang dijanjikan, perusahaan ini tidak bisa memenuhi kewajibannya, nasabah pun tidak bisa menarik uang yang telah disetorkan. Dan yang lainnya adalah investasi pohon Jati Ambon, dimana nasabah menginvestasikan dananya sebesar Rp 1,8 juta, dijanjikan selama empat tahun modal awal akan bertumbuh menjadi Rp 4 juta, namun setelah tahun ke-4 tidak ada realisasinya.
“Selama tiga tahun nasabah tidak bisa berangkat Umroh jika ingin mengambil uangnya dipotong sebesar Rp 1 juta, dan investasi menanam pohon Jati Ambon, tidak bisa merealisasikan perjanjiannya dengan nasabah. Satu perusahaan lagi sedang kita klarifikasi,” terangnya.
Sejauh ini pihaknya sudah memanggil pengurus dari perusahaan tersebut, dan dua diantaranya sudah ditangani pihak kepolisian setempat. Diketahui, investasi bodong itu sudah memiliki ribuan nasabah.
“Mereka beroperasi sejak tahun 2012 lalu, tidak memiliki izin usaha. Nasabahnya sudah ada yang sampai seribuan. Pengurusnya sudah kita panggil untuk klarifikasi,” tuturnya.(Frans C Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s