Polres Cirebon Kota Ungkap Investasi Bodong

Kapolres Cirebon Kota AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar (tengah) menunjukkan barang bukti pengungkapan kasus investasi bodong.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar (tengah) menunjukkan barang bukti pengungkapan kasus investasi bodong.

(Suara Gratia)Cirebon – Polres Cirebon Kota berhasil mengungkap dan menangkap pelaku Investasi Bodong. Ketiganya adalah AT sebagai Kepala Unit Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon, EH, dan DP. Mereka menjalani unit usaha yang diberi nama Family 100 dan sudah memiliki 310 peserta, dengan perputaran uang mencapai Rp 34 miliar.
Menurut Kapolres Cirebon Kota AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, pengurus Family 100 membuka layanan simpanan dana bagi masyarakat dalam bentuk simpanan yang dikemas menggunakan istilah arisan.
“Ketentuannya, setiap warga yang menyimpan dana di Family 100 dengan jangka waktu 14 hari akan diberi keuntubgan 70% dari jumlah dana yang disimpan,” katanya, Senin 05/03/2017.
Keuntungan yang diberikan kepada nasabah lama merupakan dana simpanan yang disetorkan nasabah baru. Sementara, peserta arisan tidak menerima penjelasan bila dana simpanan miliknya akan digunakan untuk mengembalikan dana milik nasabah lain yang telah jatuh tempo.
“Untuk mengembalikan dana simpanan milik peserta lama yang telah jatuh tempo berikut pemberian keuntungan, digunakanlah dana simpanan milik nasabah baru. Begitu seterusnya, ibarat gali lubang tutup lubang,” terangnya.
Hal ini membuat animo masyarakat pada Family 100 makin meningkat sehingga sejak 5 Juli-10 November 2016 melalui kantor pusat Family 100 dan 47 kantor unit telah berhasil menerima simpanan dana dari warga rata-rata Rp 275 juta/hari.
“Total dana simpanan yang diterima mencapai Rp 34,062 miliar. Dana simpanan itu ditampung di rekening bersama. Dalam perjalanannya, aktivitas ini macet karena tidak ada lagi yang setor. Lagi pula investasi ini tidak punya izin resmi,” ujarnya.
Polres Cirebon Kota pun mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap segala praktik investasi yang menawarkan bunga simpanan melebihi 1,5% sebagaimana ketentuan Bank Indonesia (BI).
“Masyarakat jangan mudah tergiur investasi dengan iming-iming keuntungan tinggi dan resiko yang minim,” tuturnya.
Salah seorang tersangka, AT mengatakan, dari setiap nasabah yang menyetorkan dana, dirinya memperoleh fee 5%.
“Penyetor paling tinggi nilainya Rp 10 juta,” katanya.(Frans C Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s