Operasi Simpatik di Cirebon Tegur 3 ribu Pengendara

Petugas memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor di Jl. Kartini Kota Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Selama satu pekan Operasi Simpatik Lodaya 2017 digelar di Cirebon, sedikitnya sebanyak 3 ribu pengendara mendapat sanksi, baik surat peringatan maupun tilang. Dari jumlah itu, sebanyak 80 persen pelanggaran dilakukan oleh pengendara roda dua (R2). Sejak 1 Maret 2017 lalu hingga 8 Maret 2017, menurut catatan di Polres Cirebon hingga kini sebanyak 1.000 pengendara mendapat teguran, sementara di Polres Cirebon Kota sebanyak 2 ribu pengendara mendapat teguran dan tilang.
Menurut Kasatlantas Polres Cirebon Kota, AKP Galih Bayu Raditya, dari 2 ribu pengendara yang terkena sanksi dalam Operasi Simpatik Lodaya 2017 didominasi oleh R2, dimana 80 persennya hanya mendapat surat teguran, sementara yang terkena tilang sebanyak 300 sampai 400 pengendara.

“Operasi Simpatik Lodaya 2017 mengedepankan pendekatan secara preventif, dimana kita mengutamakan blanko teguran. Satu minggu ini sudah lebih dari 2 ribu teguran yang kita berikan kepada masyarakat dalam bentuk surat. Jumlah yang paling banyak mendapat teguran pengendara R2,” katanya, Kamis 9/03/2017.
Galih menjelaskan, operasi ini mengedepankan tindakan pencegahan dan tindakan yang mengundang simpatik kepada Kepolisian terutama bidang lalu lintas. Sedangkan sanksi tilang diberikan jika pelanggaran yang dilakukan masuk dalam kategori berpotensi terjadinya kecelakaan dan menyebabkan kemacetan lalu lintas.
“Contohnya melawan arus, menerobos lampu merah, mengendarai kendaraan tidak memiliki SIM, pengendara R2 jelas-jelas tidak memakai helm, dan memutar arah di sembarang tempat. Kalau hanya pelanggaran bersifat ringan-ringan saja, seperti kaca spion kurang satu, itu kita beri surat teguran saja,” terangnya.
Sementara, Kasatlantas Polres Cirebon AKP Ahmat Troy mengungkapkan, selama satu minggu Operasi Simpatik Lodaya 2017 di wilayah Kabupaten Cirebon, sudah lebih dari 1.000 pengendara yang diberi teguran maupun tilang.
“Operasi Simpatik Lodaya 2017 dilaksanakan sampai 21 Maret 2017. Sekarang, sudah 1.000 pelanggaran, dimana 20 persennya kita lakukan penilangan dan 80 persen pelanggaran ringan jadi hanya kita beri blanko teguran, baik itu teguran tertulis maupun lisan. Untuk pelanggaran sendiri paling banyak dilakukan oleh pengendara R2 yakni sebanyak 80 persen. Dimana jenis pelanggarannya masih pelanggaran lama seperti spare part kendaraan yang tidak lengkap dan modifikasi tidak sesuai peruntukkannya,” ujarnya.(Frans C Mokalu)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s