Kota Cirebon Tertibkan Reklame Liar

Satpol PP Kota Cirebon membongkar reklame yang habis masa berlakunya di Jl. Cipto Mangunkusumo.

(Suara Gratia)Cirebon – Satpol PP Kota Cirebon kian gencar menertibkan reklame liar. Penertiban tidak hanya dilakukan bagi reklame yang tidak berizin atau habis masa berlakunya, reklame yang masih memiliki dokumen resmi pun ikut ditertibkan. Pasalnya, reklame-reklame dari ukuran kecil, sedang sampai yang paling besar terpasang tanpa memperhatikan unsur estetika kota. Bahkan di salah satu sudut kota, reklame ini dipasang tumpuk-menumpuk satu sama lain, berlomba-lomba memenangkan ribuan pasang mata yang melewati jalan di depannya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Cirebon, Andi Armawan menyatakan, reklame-reklame yang menghalangi sudut pandang warga pada keindahan kota akan ditertibkan. Selain mengurangi keindahan kota, reklame dengan ukuran besar dan jumlahnya banyak akan mengganggu konsentrasi pengendara.
“Akan kita geser jangan menghalangi sudut pandang taman, kota jadi jorok masyarakat jadi tidak nyaman, karena reklamenya dipasang tanpa memperhatikan unsur keindahan kota. Lagi pula, orang nyetir itu harus nyaman dan focus, bisa sampai ke tempat tujuan dengan selamat,” katanya, Selasa 14/03/2017.
Menurutnya, iklan reklame tidak perlu dipasang dalam jumlah banyak dan dengan ukuran yang besar-besar. Jumlah dan ukurannya disesuaikan dengan target pasar yang dituju.
“Tidak perlu lah banyak-banyak. Kan di TV sudah ada, di koran ada. Kalau ada videotron satu ya videotron saja. Disana masyarakat sudah bisa dengan jelas melihat dan mendengar iklan produknya,” imbuhnya.
Ia menegaskan, tidak masalah dengan pengusaha yang ingin mencari keuntungan dan Pemasukan Asli Daerah (PAD) yang terganggu. Baginya, yang terutama adalah kepentingan masyarakat yang ingin kotanya terlihat bersih, tertib, dan indah.
“Jangan karena terbentur dengan PAD kita menghalallkan segala cara. Terlepas dari, itu kepentingan siapa yang harus diutamakan, kepentingan masyarakatkah atau kepentingan pengusaha? Kalau bicara itu, ya saya mengutamakan kepentingan masyarakat dong,” pungkasnya.
Ia menyesalkan, sikap pengelola reklame yang berkesan lepas tangan, sehingga reklame yang terpasang tidak terpelihara dengan baik. Terlihat kusam, rusak terkena panas matahari, tertiup angin, dan hujan.
“Apalagi tidak semua pengelola reklame mengerti bagaimana cara merawatnya. Banyak yang sudah rusak, warnanya kusam masih terpasang. Ini kan sangat mengganggu,” ujarnya.(Frans C Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s