RSUDGJ Cirebon Kini Bisa Tangani Pasien Talasemia

Salah satu ruang perawatan pasien Talasemia di RSUDGJ Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Pasien Talasemia di Cirebon kini tidak perlu lagi berobat ke luar kota. Karena Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati (RSUDGJ) Cirebon memiliki sarana dan prasarana untuk menangani pasien Hematologi, Onkologi, dan Talasemia (HOT). Sebelumnya, untuk mendapatkan menjalani kontrol dan perawatan medis penderita Talasemia di wilayah III Cirebon (Kota/Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) dirujuk ke Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM) Jakarta atau Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sehingga, keluarga pasein Talasemia yang didominasi oleh keluarga kelas menengah kebawah ini, bisa menghemat waktu dan biaya untuk berobat.

Direktur RSUDGJ Cirebon Drg Heru Purwanto mengatakan, fasilitas klinik HOT bisa memotong mata rantai proses pengobatan penderita Talasemia hingga lebih cepat. Karena, proses penanganan pasien ini yang semula dirujuk ke Bandung dan Jakarta, kini bisa ditangani di RSUDGJ. Selain itu, penanganan pasien ini pun bisa dipercepat karena sebelumny membutuhkan waktu selama dua hari kini bisa dilayani dalam waktu 11 jam.
“Pasien Talasemia sekarang tidak perlu ke Bandung atau Jakarta. Sebelum ada klinik HOT prosesnya bisa dua hari, karena harus daftar di klinik umum dahulu. Sekarang kita sudah punya kanal khusus untuk penderita Talasemia, penanganannya pun lebih komprehensif,” katanya, Senin 27/03/2017.
Klinik HOT khusus penderita Talasemia terdiri dari dua ruangan yang terdiri dari enam bed untuk pasien dewasa dan enam bed untuk pasien anak-anak, serta ditangani oleh dua dokter spesialis.
Dokter Spesialis Anak RSUDGJ Cirebon, dr. Taufan Prasetya mengatakan, saat ini pihaknya tengah menangani sebanyak 32 pasien Talasemia berasal dari Wilayah III Cirebon. Dari jumlah itu, didominasi oleh anak-anak usia mulai dari 2 sampai 14 tahun.
“Itu yang tercatat disini, yang datang rutin setiap bulannya,” imbuhnya.
Menurutnya, penanganan pasien Talasemia tidak hanya transfusi darah lalu selesai, namun masih banyak faktor lainnya yang harus dikontrol dan dipantau perkembangannya.
“Tidak hanya transfusi, dapat obat lalu pulang. Tapi kita disini, akan dipantau perkembangan pasien dari segi gizinya, psikologis, dari segi fisiknya. Karena Talasemia berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan pasein,” terangnya.
Sementara, salah satu orang tua penderita Talasemia, Yayah Mulyati (36 Tahun) warga Kabupaten Majalengka mengaku, kini putranya Ridwan (13 Tahun) tidak perlu berobat ke RSCM Jakarta.
“Anak saya sudah tiga tahun setiap bulan kontrol ke Jakarta. Sekarang sudah bisa di Cirebon,” katanya.
Ia pun, kini bisa menghemat biaya transportasi dan akomodasi selama proses pengobatan putranya.
“Biaya pengobatan sudah ditanggung BPJS. Tapi, buat ongkos bolak-balilk Jakarta, sama Bapak jadi tiga orang, ditambah buat makan saja sudah habis lebih dari Rp 1 juta. Kalau kontrol di RSUDGJ Cirebon cuma habis Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu, sudah sama makan,” ujarnya.(Frans C Mokalu)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s