Sidak di Pasar Palimanan, BPOM Temukan Bahan Makanan Berbahaya

Petugas BPOM tengah mengingatkan pedagang yang menjual makanan mengandung bahan berbahaya.

(Suara Gratia)Cirebon – Sejumlah pedagang di Kabupaten Cirebon kedapatan menjual makanan mengandung bahan berbahaya. Hal ini terungkap, setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jawa Barat bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cirebon melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Palimanan Kabupaten Cirebon. Sebanyak 28 jenis makanan dan minuman di uji, beberapa diantaranya positif mengandung bahan berbahaya yakni borax, formalin, bahan pewarna pakaian, pengawet kayu dan perekat kayu.
Kepala Seksi Layanan Informasi Konsumen BPOM Jawa Barat Apep Temy menyatakan, dari hasil sidak pada sejumlah pedagang yang menjual makanan dan minuman di Pasar Tradisional Palimanan Kabupaten Cirebon, terdapat beberapa makanan yang mengandung zat berbahaya dan tidak layak dikonsumsi manusia.
“Manisan pepaya mengandung pewarna tekstil, ikan teri mengandung borax, mie basah mengandung formalin, bibit gendar mengandung pengawet dan perekat kayu,” katanya, Jumat 28/04/2017, ditemui usai sidak.
Namun, dari 28 jenis makanan dan minuman yang diuji ia belum bisa memastikan berapa jumlah makanan yang positif mengandung bahan kimia berbahaya.
“Berapa yang positif secara hitungan belum dihitung semua,” ujarnya.
Dari hasil temuan itu, pihaknya langsung mendatangi penjualnya dan diminta untuk tidak kembali menjual makanan-makanan tersebut, karena menurutnya, sebagian besar pedagang tidak tahu makanan yang dijual mengandung bahan kimia berbahaya bagi manusia.
“kami langsung himbau mereka. Dan pedagang juga tidak tahu kalau makanan ini mengandung bahan berbahaya. Tapi mereka sudah berjanji tidak menjual kembali,” katanya.
Eka Hamdan dari Disperindag Kabupaten Cirebon mengatakan, menjelang bulan Ramadhan pihaknya terus memonitor makanan dan minuman yang beredar di pasaran.
“Kita melakukan pengawasan serta kontrol makanan dan minuman di pasar-pasar tradisional,” tuturnya.
Pihaknya akan memberikan sanksi tegas pada pedagang atau pemasok makanan yang kedapatan mengandung bahan berbahaya. Mulai dari tahap peringatan, penyitaan, hingga penutupan tempat usaha.
“Kalau tetap membandel kita tindak sesuai dengan peraturan yang berlaku,” katanya.
Disamping itu, untuk mencegah peredaran bahan makanan berbahaya ia terus melakukan edukasi dan himbauan kepada pedagang agar menolak jika ada pemasok yang menjual makanan atau minuman yang mengandung zat berbahaya.
“Karena banyak pedagang yang kurang mengerti makanan yang dijualnya mengandung bahan kimia berbahaya, kita akan terus himbau dan sosialisasikan kepada mereka,” pungkasnya.
Sementara, salah seorang pedagang di Pasar Palimanan Cirebon Eti mengaku, tidak tahu kalau makanan yang dijualnya mengandung bahan berbahaya.
“Saya tidak tahu, ada yang ngirim. Biasa saya jual Rp 2 ribu per bungkus. Orang sini biasa menyebutnya bibit gendar,” katanya.(Frans C Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s