4 Pengusaha Ini Bangkit Ketika Karirnya Sudah di Ujung Tanduk

Ilustrasi. Depresi. (Foto: Istimewa)

(Suara Gratia) Cirebon – Pernahkah Anda merasa bisnis yang sudah dirintis dari nol sudah berada di ujung tanduk atau mengalami gejala-gejala kebangkrutan? Anda tidak sendiri. Bahkan pengusaha sukses di luar sana pasti mengalami kegagalan. Lalu apakah mereka menyerah? Bagaimana mereka menanggapi kegagalan yang sudah di ujung mata?

Empat pengusaha berikut mungkin bisa menjadi inspirasi bagi Anda yang bisnisnya sedang berada di ujung tanduk.

  1. Barbara Corcoran

Barbara Corcoran adalah pendiri The Corcoran Group, sebuah agen perumahan mewah terbesar di New York, Amerika Serikat. Mengawali karir sebagai seorang pelayan, Corcoran kemudian membangun bisnis dengan pacarnya kala itu, Simon, senilai 1000 dolar. Selama tujuh tahun, mereka sukses membangun perusahaan yang mencakup 14 agensi perumahan mewah di New York.

Namun, tak disangka Simon memberi ‘kejutan’ kepada Barbara dengan mengatakan ia akan menikahi sekretaris Corcoran. Saat itu, Corcoran seperti disambar petir dan rasanya ingin mati saja. Dia juga berpikir untuk menyerah.

Tapi pikiran itu ditepisnya. Corcoran mengambil separuh bisnis agensi tersebut dan mengambil tujuh pegawai penjualan bersamanya. Tahun 2001, ia menjual Corcoran Group dengan nilai jual 66 juta dolar. Setelah menjual bisnisnya, ia terus berjuang menemukan jalannya sendiri sebagai pengusaha.

  1. Cam Mirza

Pendiri Mirza Holdings dan The $500 Milion Man, Cam Mirza telah delapan kali gagal  dalam membangun usahanya dan sekarang telah memimpin perusahaan yang nilainya miliaran dolar dengan 600 pegawai.

“Saya sudah gagal berkali-kali dalam bisnis dimana memulai dari awal adalah sesuatu yang familiar. Saya memberi waktu kepada diri saya sendiri tiga hari untuk berduka atas kehilangan bisnis saya atau kegagalan yang besar. Setelah itu, saya membuat rencana untuk membangun modal dan infrastruktur untuk membuat sesuatu yang baru,” ungkap Cam Mirza, seperti yang dilansir dari jawaban.com.

Cam kemudian membuat pengingat beberapa kali dalam sehari untuk tetap fokus dalam mengeksekusi rencana yang telah dia buat.

  1. Jim Mathers

CEO dari North American Energy Advisory, Inc Jim Mathers ditendang oleh perusahaannya yang sudah ia bantu bertumbuh 300 persen. Saat itu ia mulai berpikir untuk memiliki bisnis sendiri dan menjadi tuan atas takdirnya. Kejadian ini sudah terjadi sekitar 20 tahun yang lalu.

“Saya tidak pernah kehilangan kepercayaan atas kemampuan saya. Saya fokus kepada kemampuan saya untuk membuat segalanya benar. Saya tetap positif dan menggunakan kejadian yang menyedihkan ini untuk memaksa diri saya berpikir lebih besar dari sebelumnya,” kata dia.

  1. John Hanna

“Saya gagal tiga kali,” ungkap John Hanna, penulis buku “Way of the Wealth” dan CEO Fairchild Group.

“Dari pengalaman, pola pikir Anda adalah segalanya. Ambil waktu untuk mengatur ulang sikap Anda. Gagal itu sangat berat, bahkan pengalaman yang meremukkan, tetapi berputar-putar dengan sikap seorang pecundang membuatnya tambah berat. Jangan ada pesta mengasihani diri! Kemudian, temukan kembali alasan mengapa kamu dulu memulai usahamu. Apa yang menjadi tujuanmu? Gunakan itu menjadi motivasi utama untuk bangkit kembali. Semua kejadian dramatis akan berlalu, tetapi kita harus memilih ke arah mana sesudahnya; ke atas atau ke bawah.” (jawaban.com)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s