Jelang Ramadan Harga 6 Bahan Pokok di Kota Cirebon sudah Naik

Pedagang sayuran di Pasar Kanoman Kota Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Menjelang Ramadan sejumlah komoditi kebutuhan pokok di Kota Cirebon berangsur naik. Sedangkan, kebutuhan lain non sayuran tidak mengalami perubahan harga. Namun, sejumlah pedagang mengaku kenaikan ini masih dalam taraf wajar karena satu minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri kenaikannnya bisa lebuh tinggi lagi.
Hal ini terungkap setelah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Cirebon melakukan inspeksi mendadak di Pasar Pagi, Pasar Kanoman, dan satu pasar modern di Jl. Siliwangi.
Salah seorang pedagang sayuran di Pasar Pagi Kota Cirebon Mirah (33 Tahun) mengatakan, sejak satu hingga dua minggu lalu sejumlah komoditi harganya mengalami kenaikan.
“Bawang merah normalnya Rp 20 rb per kilogram sekarang naik jadi Rp 28 ribu/kg, bawang putih sekarang Rp 65 ribu/kg awalnya Rp 40 rb/kg, cabe rawit naik Rp Rp 35 ribu/kg dari harga awal Rp 25 ribu/kg, cabe merah normalnya Rp 30 ribu/kg naik menjadi Rp 40 ribu/kg,” katanya, Kamis 18/05/2017.
Salah seorang pedagang daging di Pasar Kanoman Yeti mengaku, sejak minggu lalu harga daging ayam mengalami kenaikan sedangkan daging sapi harganya masih normal.
“Daging ayam sekarang Rp 32 ribu/kg sebelumnya Rp 28 ribu/kg. Telur ayam naik jadi Rp 21 ribu/kg, minggu kemarin masih Rp 18 ribu/kg. Daging sapi harganya masih tetap yaitu Rp 110 ribu sampai Rp 120 ribu/kg,” katanya.
Harga beras pun tidak mengalami kenaikan baik untuk kualitas biasa maupun yang kualitas terbaik.
“Beras harganya paling rendah Rp 8.500/kg sampai Rp 13 ribu/kg. Di Cirebon pasokannya masih lancar, karena banyak daerah penghasil beras,” kata sworang pedagang beras di Pasar Pagi, Udin.
Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis mengaku, setelah TPID melakukan sidak ke dua pasar tradisional dan satu pasar modern, beberapa harga kebutuhan pokok sudah mengalami kenaikan.
“Secara umum hasil pantauan di pasar tradisional kenaikan harga tidak terlalu mencolok, hanya bawang putih saja yang kenaikannya cukup tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, kanaikan harga bahan-bahan kebutuhan pokok ini selain dipengaruhi oleh pasokan yang tidak stabil, juga terpengaruh oleh bulan Ramadan.
“Karena banyak permintaan di bulan Ramadan. Bersama dinas terkait kita akan terus berusaha menstabilkan harga,” ujarnya.(Frans C Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s