Kunker Kabupaten Temanggung ke Cirebon Bahas Penerangan Jalan Umum

 

Suasana kunjungan kerja Kabupaten Temanggung ke Pemerintah Kota Cirebon di Balai Kota Cirebon, Kejaksan, hari Selasa (6/6). (Foto: Dian)

(Suara Gratia) Cirebon – Rombongan dari Kabupaten Temanggung melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Cirebon untuk membahas masalah sinkronisasi pelaksanaan meterisasi KWh Lampu Penerangan Jalan Umum.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Temanggung, Tunggul Purnomo mengeluhkan beban pajak penerangan jalan umum (PPJU) tidak sebanding dengan yang diterima dari masyarakat sehingga menyebabkan pemerintah daerah mengalami defisit.

“Setelah belajar kesana kemari ternyata beberapa daerah yang impas atau bahkan ada yang surplus itu dengan melakukan meterisasi KWh,” kata dia di Balai Kota Cirebon, Kejaksan, Cirebon, hari Selasa (6/6).

Selama ini, lanjut dia, perhitungan PLN untuk setiap lampu penerangan umum dihitung selama 24 jam walaupun lampu itu mati atau tidak digunakan.

Menurutnya, Cirebon bisa dijadikan percontohan karena Pemkot Cirebon sudah melakukan meterisasi PPJU meskipun baru 75 persen dari semua PJU di kota dan di desa.

Dari pemaparan yang disampaikan, sudah ada penghematan yang cukup besar yaitu penekanan biaya PPJU sebesar 50 persen.

Sementara itu, Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Yoyon Indrayana mengapresiasi Kabupaten Temanggung melirik Cirebon sebagai percontohan untuk sistem penerangan jalan umum.

Meskipun baru 75 persen berjalan, pihaknya akan memastikan penggenapan 100 persen tahun ini perihal meterisasi KWh.

“Kebetulan tamu dari Temanggung ini menanyakan PP (Peraturan Pemerintah) dari meterisasi PJU kita (Pemkot Cirebon) ya. Kalau Cirebon, sudah terpasang KWh meter. Jadi kalau dulu PJU tarifnya flat, sekarang dengan adanya KWh berarti kan sesuai dengan kebutuhan (misalnya pakai) Rp 100.00 ya (bayar) Rp 100.000. Kalau dulu kan dipukul rata semua. Sekarang ini kita 75 persen sudah terpasang KWh meter tinggal 25 persen dan akan kita lanjutkan supaya bisa 100 persen,” kata Yoyon di Balai Kota Cirebon, Kejaksan, hari Selasa (6/6).

Dari 75 persen itu artinya sudah ada 6000 titik yang  sudah dilakukan sistem meterisasi KWh. Menurutnya, dengan sistem ini, Pemkot sudah melakukan efisiensi sebesar 50 persen.

“(Hemat) 50 persen. Misalnya tadinya tarif PLN KWh itu Rp 100.000 gitu ya itu menjadi  Rp 50.000 artinya kan ada penghematan 50 persen,” kata dia. (Dian)

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s