Pemkot Cirebon Perbaiki Layanan Masyarakat Melalui Smart City

Suasana Bimbingan Teknis Smart City di Balai Kota Cirebon, hari Selasa (18/7). (Foto: Dian)

(Suara Gratia) Cirebon – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon saat ini sedang menyiapkan diri untuk memperbaiki layanan masyarakat melalui program Smart City atau Kota Pintar. Sekretaris Daerah Kota Cirebon Asep Dedi memaparkan Kota Cirebon adalah salah satu dari 25 kabupaten/kota se-Indonesia yang terlah ditetapkan menjadi pemenang Gerakan Menuju 100 Smart City di Kota Makassar pada tanggal 22-23 Mei 2017.

Menurut Asep, teknologi yang semakin canggih harus digunakan sebaik-baiknya untuk kemajuan pelayanan kepada masyarakat.

“Bagaimana mengelola kota ini semakin cerdas? Kita harus memanfaatkan IT (informasi teknologi) ini untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sekarang sudah banyak teknologi diterapkan di beberapa organisasi perangkat daerah. Sekarang dengan pola Smart City ini terintegrasi semua. Kita sosialisasikan bagaimana memanfaatkan tekonologi yang berkembang,” kata Asep dalam acara Bimbingan Teknis Smart City di Balai Kota Cirebon, Cirebon, hari Selasa (18/7).

Dari 25 kota yang terpilih tersebut kemudian melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) dengan beberapa kota lain seperti Semarang, Bandung, Makassar, Samarinda, Tangerang Selatan, Kabupaten Badung Bali, Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bojonegoro.

Setelah MOU, Pemkot Cirebon  kemudian membentuk Dewan Smart City dan tim pelaksana Smart City, melakukan pendampingan oleh tim pendamping/asesor Kementerian Komunikasi dan Informatika, membangun sinergitas antar pemangku kepentingan dan mempersiapkan sumber daya manusia dan sarana prasarana menuju Smart City.

Smart City, kata Asep adalah konsep tata kelola kota yang disusun secara cerdas untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi masyarakat melalui pengelolaan sumber daya dan komunitas yang ada yang diwujudkan dalam strategi penyelesaian masalah, pelayanan publik dan penciptaan situasi dan kondisi kota yang sejahtera dan nyaman.

Pemkot Cirebon akan membuat suatu ruangan khusus untuk memantau laporan masyarakat melalui aplikasi ponsel pintar dan televisi layar lebar sebesar 55 inch untuk memantau beberapa titik yang sebelumnya telah dipasang kamera pengintai (CCTV).

Salah satu program yang akan diusung dalam Smart City ini adalah Cirebon Brojol Aja Klalen (Akta Langsung Jadi Kalau Kelahiran Lapor Secara Online). Ini adalah program percepatan proses pembuatan akta kelahiran jika warga melaporkan secara online yang sudah terhubung ke dinas terkait.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Cirebon Iing Daiman menyatakan pengembangan program Smart City ini akan berkolaborasi dengan beberapa pemangku kepentingan seperti Satuan Kinerja Perangkat Daerah (SKPD), penyedia teknologi, akademisi, pelaku dunia usaha, komunitas, media dan konsultan.

“Smart City itu bagaimana memperlakukan kota ini secara cerdas. Di Kota Cirebon yang berbasis teknologi informasi hanya ada 120 orang. Oleh karena itu, kami berkolaborasi dengan beberapa stakeholder,” kata dia.

Sebenarnya, lanjut dia, sejak tahun 2008, Pemkot Cirebon sudah melakukan beberapa langkah menuju Smart City. Pemkot sudah berusahan untuk terintegrasi dan terinterkoneksi. Misalnya di Bappeda itu ada namanya Simreda.

“Tapi itu masih tercecer dimana-mana belum terintegrasi. Smart City ini adalah tentang bagaimana kita mengintegrasi kepada pelayanan,” kata dia.

Belum jelas kapan program ini akan efektif berjalan, namun pihaknya sudah mulai menggandeng pemangku kepentingan untuk langsung memulai program Smart City ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s