Wali Kota Cirebon Imbau Warga Dukung Pembangunan Pasar Darurat

Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis bersama ibu-ibu PKK menunjukkan hasil karya Pokja 3 dari limbah rumah tangga. (Foto: Dian)

(Suara Gratia) Cirebon – Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis mengimbau warga sekitar Pasar Kanoman untuk mendukung pembangunan pasar darurat yang akan dilakukan di sekitar wilayah Lemahwungkuk.

Pembangunan pasar darurat ini dilakukan untuk memfasilitasi pedagang-pedagang di Pasar Kanoman yang rencananya akan dipindahkan karena pembangunan kembali Pasar Kanoman yang telah menjadi ikon pasar Kota Cirebon.

“Jadi kami meminta kepada warga sekitar Pasar Kanoman untuk bisa melihat kepentingan yang lebih besar, kepentingan yang lebih ke depan daripada kepentingan sesaat. Ingat, Pasar Kanoman itu adalah pasar ikon Kota Cirebon, pasar yang dibanggakan Kota Cirebon karena hampir setiap orang-orang yang di luar Kota Cirebon itu berkunjung kesitu,” kata Nasrudin usai menghadiri Jambore PKK di Sekretariat PKK Jalan Siliwangi no 123, Cirebon, hari Jumat (29/7).

Rencana perbaikan Pasar Kanoman ini memang didukung oleh semua pihak yang menginginkan wajah ikon pasar Kota Cirebon itu menjadi lebih baik. Namun, pembangunan pasar darurat ditentang oleh warga sekitar karena dianggap akan menimbulkan beberapa masalah. Di antaranya menurunnya omset ruko atau toko mereka karena tertutup oleh pedagang-pedagang yang akan berjualan di depan toko mereka.

Selain itu pemilik ruko khawatir pendirian pasar darurat akan memperparah kemacetan yang selalu terjadi di sepanjang jalan pasar Kanoman tersebut. Sampah dan lingkungan yang kumuh juga dikhawatirkan akan menambah persoalan lainnya.

Pasar Darurat Tetap Dibangun

Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon hari Jumat (28/7) mengadakan pertemuan dengan warga sekitar Pasar Kanoman dan pihak pengembang revitalisasi Pasar Kanoman PT Inti Utama Raya untuk berdiskusi mengenai revitalisasi pasar tersebut di Kantor Perumda Pasar Kota Cirebon, Jalan Kesambi Raya, Cirebon.

Hasil pertemuan tersebut menyatakan pembangunan pasar darurat tetap berjalan meskipun ada penolakan dari warga.

Direktur Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon Akhyadi mengungkapkan pembangunan pasar ini merupakan kepentingan umum dan pihaknya menjamin selama proses pembangunan akan tetap mengedepankan keamanan, ketertiban dan kebersihan (K3).

“Ini untuk kepentingan umum, kami jaminK3-nya, akan ada tim yang memantau, dari itu, mudah-mudahan kekhawatiran warga dapat diminimalisir,” kata dia seperti yang dikutip dari Fajar Cirebon, hari Sabtu (29/7).

Akhyadi terpaksa memilih lokasi tersebut karena tidak menemukan tempat lain yang memadai untuk dibangun pasar darurat untuk jumlah pedagang sebanyak 1400 pedagang.

Sementara itu, Direktur proyek PT Inti Utama Raya Suhendro menjelaskan pembangunan pasar darurat tidak semuanya memenuhi dua sisi jalan. Hanya wilayah Kanoman dan Lemahwungkuk saja yang dua sisinya dipakai untuk pasar darurat. Sedangkan untuk wilayah Winaon dan Pecinan hanya satu sisi saja.

“Ada jarak untuk jalan bagian tengah selebar lima meter,” kata dia.

Budi, perwakilan warga Lemahwungkuk mengaku tidak puas dengan hasil pertemuan tersebut karena terkesan meminta persetujuan warga agar pasar darurat tetap berlanjut.

“Harusnya ada kajian dari akademisi, warga juga harusnya sebelumnya ditanyakan agar jauh-jauh hari mencari tempat bersama, kalau ini kan seolah sudah final,” kata dia.

Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan Ikatan Pedagang Pasar (IPP) Kanoman, Kepolisian Polsek Lemahwungkuk dan Polsek Seltim, Dishub Kota Cirebon, Satpol PP dan Dinas Perdagangan Kota Cirebon bidang UMKM.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s