Wali Kota Jamin Festival Keraton Tak Terganggu Pembangunan Pasar Darurat

Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis saat melihat karya ibu-ibu PKK di Kantor Sekretariat PKK Jalan Siliwangi, Cirebon, hari Jumat (28/7). (Foto: Dian)

(Suara Gratia) Cirebon – Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis menjamin pagelaran Festival Keraton Nusantara (FKN) tidak akan terganggu dengan adanya pembangunan pasar darurat di Pasar Kanoman, Cirebon.

Menurutnya, pelaksanaan FKN akan berjalan dengan baik tanpa terganggu bila sebelumnya sudah disesuaikan dengan pihak terkait pembangunan pasar darurat di sekitar wilayah Lemahwungkuk, Winaon dan Kanoman.

“Di bulan September ini kita ada festival keraton sementara pasar darurat akan dibangun di sekitar perumahan Lemahwungkuk ini yang harus disinkronkan sesuai dengan jadwalnya seperti apa. Festival kan lima hari. Ini tinggal disinkronkan,” kata dia usai menghadiri Jambore PKK di Kantor Sekretariat PKK Jalan Siliwangi, Cirebon, hari Jumat (28/7).

Sementara itu, pembangunan pasar darurat mendapat penolakan dari warga sekitar karena dinilai akan menimbulkan berbagai masalah. Di antaranya adalah berkurangnya omset, masalah kebersihan dan kemacetan. Meski mendapat penolakan, Pemkot Cirebon memutuskan untuk tetap membangun pasar darurat.

Direktur Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon Akhyadi mengungkapkan pembangunan pasar ini merupakan kepentingan umum dan pihaknya menjamin selama proses pembangunan akan tetap mengedepankan keamanan, ketertiban dan kebersihan (K3).

“Ini untuk kepentingan umum, kami jaminK3-nya, akan ada tim yang memantau, dari itu, mudah-mudahan kekhawatiran warga dapat diminimalisir,” kata dia seperti yang dikutip dari Fajar Cirebon, hari Sabtu (29/7).

Akhyadi terpaksa memilih lokasi tersebut karena tidak menemukan tempat lain yang memadai untuk dibangun pasar darurat untuk jumlah pedagang sebanyak 1400 pedagang.

Sementara itu, Direktur proyek PT Inti Utama Raya Suhendro menjelaskan pembangunan pasar darurat tidak semuanya memenuhi dua sisi jalan. Hanya wilayah Kanoman dan Lemahwungkuk saja yang dua sisinya dipakai untuk pasar darurat. Sedangkan untuk wilayah Winaon dan Pecinan hanya satu sisi saja.

“Ada jarak untuk jalan bagian tengah selebar lima meter,” kata dia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s