Pemkot Cirebon Targetkan 85.000 Anak Terima Vaksin Rubella

Ilustrasi. Pemberian imunisasi campak. (Foto: Istimewa)

(Suara Gratia) Cirebon – Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon Edy Sugiarto menargetkan sekitar 85.000 anak akan diberi vaksin tambahan yang saat ini sedang digencarkan oleh pemerintah pusat yaitu rubella.

“Vaksinasi campak dan rubella ini digelar selama dua bulan dari bulan Agustus sampai September. Kalau di Kota Cirebon 84.700 anak. Itu target sasaran kita. Semua dari anak sekolah kita garap semua. Yang terjadi kalau kita lakukan ini mudah-mudahan tahun 2020 itu bebas penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus itu,” kata Edy kepada Suara Gratia di Kantor Dinas Pendidikan Kota Cirebon Jalan Kesambi, Cirebon, hari Selasa (8/8).

Dari target sekitar 85.000 orang, hingga saat ini realisasi pemberian vaksin baru mencapai sekitar 18 persen saja atau sekitar 15.300 orang saja dalam delapan hari terakhir ini. Pemberian vaksin rubella ini, kata dia, sejak bayi tersebut berusia sembilan bulan hingga 15 tahun. Menurutnya, program pemerintah ini sangatlah baik untuk menciptakan generasi yang memiliki daya tahan tubuh yang kuat.

Edy mengakui sosialisasi campak rubella ini memang tidak mudah apalagi di wilayah tertentu yang memiliki pengaruh kultur dan budaya yang kuat. Namun, pihaknya tak patah arang. Beberapa jajaran dari Dinas Kesehatan menemui pemuka agama setempat dan berdiskusi tentang manfaat vaksinasi campak rubella tersebut bagi kesehatan anak.

“Kita sudah kesana tiga jam diskusi lalu sudah jelas bahwa ada kekhawatiran vaksinasi haram sudah hilang. Cuma mungkin di lapangan masih ada yang tanda kutip mungkin masih menolak,” kata dia.

Sedangkan, untuk kendala teknis, Dinas Kesehatan Kota Cirebon tidak menemui kendala yang menghambat kinerjanya.

Edy optimis dalam dua bulan ini mampu menyelesaikan 80 persen pemberian vaksin campak dan rubella.

Campak merupakan penyakit infeksi virus yang mudah menular melalui batuk dan bersin. Gejala penyakit ini berupa batuk pilek disertai ruam kemerahan di kulit. Sementara rubella atau dikenal dengan sebutan campak Jerman merupakan penyakit virus yang sering menyerang anak. Gejala infeksi rubella sebenarnya terbilang ringan yaitu ruam merah dan demam ringan yang tak mengganggu aktivitas.

Namun bila infeksi rubella ini menyerang wanita yang sedang merencanakan kehamilan atau sedang hamil dapat menyebabkan kematian atau kecacatan saat lahir. Angka kejadian bayi cacat akibat rubella di Indonesia termasuk salah satu yang tertinggi di dunia.

Agar terhindar dari bahaya campak dan rubella yang mengerikan tersebut, pemerintah menyediakan vaksin MR (vaksin campak dan rubella dalam satu suntikan) secara gratis untuk anak berusia sembilan bulan hingga 15 tahun.

Pada bulan Agustus 2017, vaksin MR diberikan untuk anak sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dilanjutkan pada bulan September 2017 dengan pemberian vaksin akan dilakukan di posyandu, puskesmas, dan sarana kesehatan lain untuk bayi usia sembilan bulan hingga anak berusia kurang dari tujuh tahun.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s