Drama Kolosal Warnai Upacara Bendera HUT RI Ke-72 di Alun-alun Kejaksan

Personil kolosal kemerdekaan dari SMKN 2, Pentaraters, Lanal Kota dan Kodim Kota Cirebon. (Foto: Dian)

(Suara Gratia) Cirebon – Upacara bendera HUT RI Ke-72 di Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon diwarnai dengan pementasan drama kolosal yang diperankan oleh SMK Negeri 2 Cirebon, Pentaters, Lanal Kota dan Kodim 0614.

Drama tersebut menggambarkan kedamaian dan keindahan Indonesia pada masa sebelum penjajahan, di mana rakyat bisa saling membantu, bekerja di ladang dengan damai tanpa ada rasa takut. Namun kedamaian itu sirna tatkala penjajah Belanda datang menimbulkan keresahan dan membunuh rakyat tak berdosa.

Kemudian rakyat dan tentara dengan gagah berani melawan dan mengusir tentara Belanda hanya dengan membawa bambu runcing dan bela diri tangan kosong. Bendera Belanda berwarna merah putih biru yang semula berkibar dengan gagah pun dirobek hingga menyisakan warna merah dan putih khas bendera Indonesia.

Drama kolosal itu pun ditutup dengan sebuah puisi yang lantang memproklamirkan teks Proklamasi Soekarno-Hatta.

Gaungkan Toleransi

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis selaku inspektur upacara menggaungkan toleransi kepada masyarakat Cirebon. Menurutnya, sebagai generasi penerus kemerdekaan masyarakat Kota Cirebon harus menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika.

“Saya mengajak masyarakat Kota Cirebon menjadikan momentum ini untuk menghargai perbedaan, menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika dan memupuk kembali rasa nasionalisme,” kata dia di Alun-alun Kejaksan, Cirebon, hari Kamis (17/8).

Dia menambahkan, sesuai dengan tema HUT RI Ke-72 ini yaitu “Kerja Bersama”, seharusnya masyarakat dan pemerintah bisa bersinergi membangun Kota Cirebon. Hanya dengan kerja sama, kata dia, dapat memenuhi aspirasi bersama yang harus ditempuh dengan daya juang disiplin dan jujur.

“Harapan itu bisa dicapai jika kita bersatu dan bersinergi,” kata dia.

Dia mengakui masih banyak pekerjaan rumah di tahun terakhir masa jabatannya kali ini yang belum terselesaikan yaitu perbaikan infrastruktur dan melestarikan kearifan lokal Kota Cirebon. Namun, sebelum masa jabatannya selesai, dia berjanji akan menuntaskan pekerjaan rumah yang masih tertunda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s