Jokowi Ingin FKN Tak Sekadar Selebrasi Pariwisata

Presiden RI Joko Widodo berfoto bersama sebagian sultan dan raja se-nusantara dalam acara penutupan FKN XI di Taman Air Goa Sunyaragi, Cirebon, hari Senin (18/9). (Foto: Dian)

(Suara Gratia) Cirebon – Presiden RI Joko Widodo menutup gelaran Festival Keraton Nusantara XI di Taman Air Goa Sunyaragi, Cirebon, hari Senin (18/9). Pengamanan pun dilakukan secara ketat oleh sejumlah aparat kepolisian dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) di sekeliling Taman Air Goa Sunyaragi.

Jokowi datang dengan mengenakan busana tradisonal Cirebon lengkap dengan beskap putih dipadu kain batik motif wadasan hitam dan blangkon ala Cirbeon.

Dalam sambutannya, Jokowi berharap FKN bukan hanya untuk menyemarakkan ajang pariwisata daerah atau mengapresiasi kekayaan budaya saja tapi juga sebagai modal bangsa untuk menghadapi tantangan global.

“Warisan peradaban nusantara bisa menjadi modal budaya untuk menghadapi tantangan bangsa ini. Hari ini maupun masa depan. Kekayaan budaya keraton nusantara harus dilihat sebagai kekuatan untuk meraih kemajuan menghadapi persaingan global yang semakin sengit,” kata dia di Taman Air Goa Sunyaragi, Cirebon, hari Senin (18/9).

Sebelumnya, Sultan Sepuh XIV Arief Natadiningrat membacakan enam rekomendasi FKN XI yang merupakan hasil musyawarah dengan raja dan sultan se-nusantara.

Pertama, keraton se-nusantara bertekad untuk menjaga NKRI, melestarikan dan memasyarakatkan nilai-nilai luhur Pancasila yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945 dan menjaga kebinekaan.

Kedua, anggaran kebudayaan perlu ditingkatkan minimal sebesar 2 persen dari APBN dan APBD. Hal ini diperlukan untuk merevitalisasi keraton agar bisa turut serta dalam pembangunan bidang pariwisata nasional yang terbukti bisa menjadi sumber pendapatan negara dan mengurangi kemiskinan.

“Ketiga, memanfaatkan potensi kemaritiman negara Indonesia yang luas. Keraton se-Nusantara bersama pemerintah perlu meningkatkan sumber daya maritim sebagai jati diri Indonesia yang berwawasan nusantara,” kata dia.

Keempat, Indonesia merupakan negara agraris yang terdiri dari nelayan dan petani yang perlu ditingkatkan kesejahteraannya melalui reforma agraria dengan pengoptimalan tanah keraton dan lahan tidur untuk mencapai swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional.

Kelima, Sultan dan raja sebagai pemimpin kebudayaan dan penjaga keutuhan NKRI di daerah perlu peran aktif masuk dalam forum pemimpin daerah.

Keenam, rekomendasi FKN I yang dilaksanakan pada tahun 1995 di Keraton Solo harus dioptimalkan karena terbukti bisa menjalin silaturahmi menjaga kebinekaan dan persatuan antarkeraton serta dapat memajukan kebudayaan nasional.

Menanggapi enam rekomendasi tersebut, Jokowi mengatakan akan mengundang raja se-nusantara ke Istana Negara untuk  membahas perihal anggaran dalam waktu dekat.

“Mengenai anggaran, akan saya undang, bulan depan. Kalau tidak bulan depan ya bulan depannya lagi,” kata dia disambut gelak tawa dari tamu undangan.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s