Drama Hingga Marching Band Meriahkan HUT TNI di Cirebon

Penyerahan nasi tumpeng kepada veteran TNI. (Foto: Dian)

(Suara Gratia) Cirebon – Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (HUT TNI) ke 72 di Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon dimeriahkan oleh penampilan drama Jenderal Soedirman yang diperankan oleh SMA Negeri 3 Kota Cirebon, Marching Band Santa Maria, pertunjukan bela diri Merpati Putih dari Angkatan Laut dan prajurit cilik yang unjuk kebolehan baris-berbaris.

Upacara HUT TNI ke-72 kali ini dipimpin oleh Kepala Staf Korem 063 SGJ Letkol Arm Wahyu Widodo. Dalam pidatonya, Wahyu mengingatkan seluruh jajarannya untuk mengamalkan tujuh pedoman dalam menjalankan tugasnya.

“Pertama, tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dan etika dalam pelaksanaan tugas, kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” kata dia di Alun-alun Kejaksan Cirebon, hari Kamis (5/10).

Kedua, tugas prajurit TNI sangat berkaitan langsung dengan tegak atau runtuhnya negara, bersatu atau bercerainya bangsa. Oleh karena itu, kata dia, tempatkan tugas di atas segala-galanya karena tugas adalah kehormatan, harga diri dan kebanggaan.

Ketiga, junjung tinggi nilai dan semangat kebangsaan demi tetap kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa serta tetap tegaknya kedaulatan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Keempat, pegang teguh disiplin keprajuritan dengan berpedoman Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI, taati hukum dan hormati hak asasi manusia.

Kelima, bina solidaritas satuan, tegakkan rantai komando dan mantapkan kesatuan komando di setiap strata kepemimpinan satuan TNI sehingga terwujud loyalitas tegak lurus yang jelas dan tegas.

Keenam, selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dengan aktif berperan menyelesaikan masalah dan memberikan kontribusi positif demi kemajuan satuan dan lingkungan di manapun berada. Lanjutkan hal-hal positif yang telah terbina selama ini, selalu berinovasi dan berkreasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mampu mengantisipasi segala bentuk ancaman proxy war dan cyber war, yang menjadi ancaman nyata bangsa ini.

Ketujuh, laksanakan tugas dengan niat berbuat terbaik, berani, tulus dan ikhlas hanya untuk NKRI.

Wahyu juga mengingatkan setiap prajurit dituntut mengedepankan tugas dan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.

“Sekecil apapun sikap dan tindakan primitif akan mengganggu bahkan merusak jati diri TNI, sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional,” kata dia.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s