Seminggu Ops Zebra, Polres Ciko Tangani 1797 Pelanggaran

Ilustrasi. Angkot D5 diberhentikan paksa dan meminta penumpang untuk turun karena aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan sopir angkot di depan Kantor Wali Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, hari Kamis (14/9). (Foto: Dian)

(Suara Gratia) Cirebon – Polres Cirebon Kota menangani 1797 pelanggaran selama satu pekan Operasi Zebra dilaksanakan sejak tanggal 1 November 2017. Pelanggaran tersebut masih didominasi oleh kendaraan bermotor roda dua  yaitu sebanyak 1714 pelanggaran.

“Untuk roda empat yaiut mobil penumpang sebanyak 66 pelanggaran dan mobil barang sebanyak 13 pelanggaran,” kata Kepala Urusan Pembinaan Operasi Lantas Polres Cirebon Kota Edi Supeno di Mako Polres Cirebon Kota, hari Senin (6/11).

Dia mengatakan pelanggaran paling berat yang ditemui di lapangan adalah pengendara roda dua yang memaksakan diri berbonceng tiga dalam satu motor. Sedangkan untuk roda empat, pelanggaran yang paling berat dilakukan oleh kendaraan pick up yang dipakai untuk mengangkut orang.

Sementara itu, angkot pun tak luput dari incaran Ops Zebra tersebut. Rata-rata pelanggaran yang dilakukan adalah dengan berhenti di sembarang tempat.

Secara formal, ada delapan teknis posko dalam Ops Zebra kali ini yang berada tersebar di Bakorwil, PTN Cirebon, Asia, perempatan Perumnas, terminal bus Harjamukti, lampu merah Kanggraksan, perempatan Pemuda, dan perempatan Pilang.

Namun, Edi menyatakan seluruh anggota tidak hanya berada di delapan titik tersebut tapi mereka melakukan sistem kasat mata (hunting).

“Sebenarnya Ops Zebra ini ada delapan titik yang diutamakan karena dalam Ops Zebra ini dalam arti bukan stasioner namun kita memakai hunting sistem,” kata dia.

Dia mengimbau kepada pengguna kendaraan bermotor untuk membawa kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor seperti SIM dan STNK. Untuk pengguna kendaraan bermotor roda dua, diimbau untuk memakai helm, memasang spion lengkap dan pelat nomor kendaraan. Sedangkan untuk kendaraan roda empat diimbau untuk memiliki kotak obat, segitiga pengaman, kunci roda dan menggunakan sabuk pengaman.

“Ops Zebra ini dilakukan agar kesadaran masyarakat meningkat dan menciptakan kondisi yang kondusif menjelang ops lilin dan tahun baru,” kata dia. (Dian)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s