DKIS Masih Kembangkan Sejumlah Aplikasi Tahun Ini

Rapat evaluasi pengembangan Smart City Kota Cirebon di Kantor DKIS Jalan Sudarsono, Kota Cirebon, hari Selasa (30/1). (Foto: Dian)

(Suara Gratia) Cirebon – Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon tahun ini akan melengkapi dan mengembangkan delapan aplikasi yang sudah berjalan untuk memberikan akses informasi dan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

“Ada sekitar delapan aplikasi yang akan kami kembangkan tahun ini,” ungkap Iing. Yaitu e-library yaitu perpustakaan elektronik yang dapat diakses secara online oleh masyarakat, e-presensi siswa yaitu kontrol kehadiran siswa di sekolah melalui sms ke orang tua, SP2D Online yaitu pencairan dana secara otomatis ke rekening penyedia, SMS Blast yaitu pengumuman otomatis kepada pendatang yang masuk ke wilayah Kota Cirebon,” kata Kepala DKIS Kota Cirebon, Iing Daiman, hari Selasa (30/1).

Selain itu ada pula e-komoditas yaitu aplikasi yang mendata komoditas-komoditas yang ada di Kota Cirebon. Kemudian, e-posyandu yaitu pendataan dan pengawasan balita dan batita di Kota Cirebon, e-lowker yaitu informasi dan pendaftaran lowongan pekerjaan secara online, serta Sistem Informasi Pengaduan Warga (Siduga) di mana warga bisa membuat pengaduan secara online melalui aplikasi android. Aplikasi tersebut menurut Iing saat ini tengah mereka kembangkan dan akan secepatnya diluncurkan.

Pengembangan delapan aplikasi tersebut untuk melengkapi sejumlah aplikasi yang sebelumnya sudah ada. Dimulai dari aplikasi Cirebon Wistakon atau wisata Kota Cirebon, Cirebon Lengko (layanan elektronik kesehatan online), Cirebon Brojol Aja Klalen (Akte Langsung Jadi Kalau Lapor Lewat Online) dengan konsep one day service, Cirebon Sedulur (Sistem Elektronik Pelayanan Digital Kelurahan), Cirebon Sega Jamblang (sistem elektronik kepegawaian dan evaluasi kinerja secara gamblang) seperti Simpeg, e Lakip, tepra dan lainnya.

Ada pula Portal Satin Cirebon Pasti Weru yaitu penyajian informasi Kota Cirebon dalam satu portal, program Wadul Bae ( Warga Peduli Bocah lan Emboke), dan Cirebon Jeh (Jaringan Edukasi Hukum).

Iing menjelaskan, pengembangan beragam aplikasi yang mereka lakukan mendapatkan tanggapan positif dari berbagai pihak, termasuk satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Kota Cirebon. “Namun tetap ada kendala yang saat ini harus dihadapi,” ungkap Iing.

Di antaranya sosialisasi yang belum masif akibat jumlah personil yang terbatas serta sarana dan prasarana yang masih kurang. Bahkan mereka juga masih terkendala jaringan yang masih menggunakan wireless. “Sehingga sering terjadi buffering,” ungkap Iing.

Karena itu ke depannya mereka akan menggunakan fiber optik agar proses penerimaan maupun pengiriman pesan bisa semakin lancar.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Asep Dedi, mengungkapkan jika sistem dan aplikasi yang sudah dikembangkan oleh DKIS harus didukung semua pihak. “Kita memanfaatkan teknologi untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ungkap Asep. Hanya saja Asep mengakui masih ada kendala yaitu data yang belum real time.

Untuk itu, Asep meminta kepada semua pihak untuk memahami pentingnya konsep smart city untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Ini bukan hanya untuk kepentingan pemerintah daerah, tapi juga memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ungkap Asep. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan akses informasi yang akurat, cepat dan real time. (Humas Pemkot Cirebon)

 

Iklan

Penulis: SUARA GRATIA 95,9 FM

Jl. Setiabudi 31 Cirebon Jawa Barat - Indonesia 0231.230816 0817222959 Nomer Rekening Pelayanan / Donasi BCA 314.079.9590 PT. Radio Swara Mulya Afrindo Rekatama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: