David Evans: Sekolah Inklusi Masih Luput dari Perhatian

Dosen Sydney University, Australia, David Evans saat berkunjung ke Sekolah Kristen Terang Bangsa Cirebon, Jalan Sudarsono Cirebon, hari Jumat (9/2). (Foto: Dian)

(Suara Gratia), Cirebon – Dosen Universitas Sydney Australia, David Evans mengunjungi Sekolah Kristen Terang Bangsa Cirebon dalam rangkaian kegiatan kunjungan beasiswa yang terjalin antara Universitas Sydney Australia dan Indonesia.

Dosen yang peduli tentang siswa yang memiliki keterbatasan ini menyadari sekolah pada umumnya belum memiliki pemerataan pendidikan bagi mereka yang terpinggirkan. Bukan hanya bagi anak-anak kurang mampu dalam finansial melainkan bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

“Menurut saya tidak hanya di Indonesia atau Australia saja tapi semua negara masih berjuang dengan konsep pendidikan untuk siswa berkebutuhan khusus yang baik. Apalagi bagi orang-orang terpinggirkan dan yang belum merasakan pendidikan yang merata,” kata dia di Sekolah Kristen Terang Bangsa, Jalan Sudarsono Cirebon, hari Jumat (9/2).

Menurutnya, pemerintah dan masyarakat memiliki peran yang tak kalah penting dalam pemerataan pendidikan. Khususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Evans sangat kagum dengan fasilitas yang dimiliki oleh Sekolah Kristen Terang Bangsa yang sudah menganut sistem sekolah inklusi. Dia merasakan energi positif ketika berjalan masuk ke sekolah tersebut.

Evans menilai masalah utama yang dihadapi oleh sekolah di banyak negara termasuk  Indonesia dan Australia adalah pembiayaan. Namun, menurut dia, dengan keyakinan yang kuat untuk melayani dan berpikir positif juga sangat penting untuk membuat sekolah inklusi ini bisa bertahan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Sekolah Kristen Terang Bangsa, Ina Kristanti mengungkapkan sekolah yang ia kelola sebenarnya bukan khusus untuk menangani anak-anak berkebutuhan khusus. Namun, fakta yang terjadi adalah ada beberapa anak yang sudah masuk terutama di TK itu memiliki kebutuhan khusus.

“Karena kami ini terpanggil untuk melayani setiap siswa yang sudah tergabung di Sekolah Kristen Terang Bangsa, maka kami berupaya untuk memberikan pelayanan kepada siswa ini dengan bekerja sama dari berbagai pihak untuk bisa menangani dengan terapi dan guru terapis khusus,” kata dia.

Saat ini, dari TK-SMA ada sekitar 20 siswa berkebutuhan khusus dan dua guru terapis khusus menangani anak-anak tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Jaja Sulaeman berharap sekolah inklusi ini bisa membuat anak-anak berkebutuhan khusus ini bisa bersosialisasi dengan teman-temannya. Oleh karena itu, fasilitas dan tenaga pengajarnya perlu diperhatikan.

“Di Kota Cirebon, memang ada beberapa sekolah khusus inklusi namun sekolah tersebut tidak bisa menyentuh semua lapisan masyarakat. Untuk tingkat TK, baru Sekolah Kristen Terang Bangsa saja kemudian untuk tingkat SD ada di SD Gunung Sari Dalam,” kata Jaja.

Menurut dia, kedatangan David Evans ke Cirebon ini bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah yang lain untuk bisa membentuk jaringan dengan sekolah atau universitas unggulan di luar negeri. Sehingga permasalahan yang terjadi di lapangan bisa dibagikan dan mendapatkan solusi. Selain itu, dengan membangun jaringan, guru-guru akan lebih terbuka wawasannya dan mengetahui perkembangan terkini dalam dunia pendidikan khususnya di sekolah inklusi. (Dian)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s