BNNP Jawa Barat Resmikan Rumah Damping Sariksa di Cirebon

Kepala BNNP Jawa Barat Brigjen Pol Rusnadi saat meresmikan Rumah Damping Sariksa di Kabupaten Cirebon, hari Sabtu (10/2). (Foto: Dian)

(Suara Gratia), Cirebon – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat meresmikan Rumah Damping ‘Sariksa’ di Kabupaten Cirebon pada Sabtu (10/2). Rumah damping ini merupakan rumah layanan pascarehabilitasi intensif untuk korban penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.

“Tujuan dibukanya layanan pascarehabilitasi Rumah Damping Sariksa di wilayah Cirebon ini untuk memfasilitasi para pecandu narkoba yang telah selesai rehabilitasi terutama yang berdomisili di wilayah Cirebon dan umumnya di wilayah Jawa Barat,” kata Kepala BNNP Jawa Barat Brigjen Pol Rusnadi di Cirebon, hari Sabtu (10/2).

Dia berharap dengan adanya rumah damping ini, mantan pengguna narkoba bisa pulih, produktif dan berfungsi sosial. Rusnadi menambahkan ada dua rumah damping di Jawa Barat yaitu Rumah Damping Kujang Walagri di Bandung.

“Di rumah damping diberikan pelatihan memasak, membuat kerajinan tangan dan lainnya. setelah dari situ mereka akan bisa kembali ke masyarakat dan tidak terjerumus narkoba lagi.”

Kegiatan ini bekerja sama dengan Yayasan Asta Tunggal Guna yang sekaligus memberikan bantuan berupa sembako untuk Rumah Damping Sariksa BNNP Jawa Barat. Rumah Damping Sariksa ini berlokasi di Jalan Islamic Center no 83 Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon.

Rumah Damping Sariksa memiliki ruang keluarga, empat kamar, satu kamar mandi, garasi dapur dan tempat mencuci pakaian.

Antisipasi Peredaran Narkoba di Cirebon

Rusnadi mengatakan dipilihnya Kabupaten Cirebon sebagai lokasi rumah damping adalah sebagai langkah antisipasi peredaran narkoba di Jawa Barat khususnya Cirebon karena masuk dalam zona tengah atau rawan terhadap peredaran narkoba. Apalagi Cirebon memiliki pelabuhan dan dalam waktu dekat Bandara Kertajati akan beroperasi.

“Artinya, daerah rawan peredaran narkoba itu ada. Yakni daerah yang mempunyai pelabuhan dan bandara,” kata dia.

Namun, pihaknya sudah melakukan pencegahan dengan menyiapkan empat tim khusus yang terus memantau peredaran narkoba khususnya di pelabuhan.

Dia mengungkapkan jumlah pengedar narkoba yang ditangkap pada tahun 2017 meningkat sebanyak 80 orang dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 20 orang.

Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan oleh semua komponen masyarakat dan bekerja sama dengan pihak berwajib. (Dian)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s