Ingin Mudik Aman, Ikuti Tips Ala Menhub

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ketika menjadi pembicara di Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, hari Mingu (20/5). (Foto: Humas Pemkot Cirebon)

(Suara Gratia) Cirebon – Bulan Ramadan identik dengan mudik di mana orang-orang yang bekerja di perantauan akan pulang ke kampung halamannya untuk bertemu dengan sanak keluarga. Sepanjang sejarah mudik di Indonesia khususnya di wilayah Jawa Barat banyak sekali kasus kecelakaan yang dialami oleh pengendara roda dua maupun roda empat.

Oleh karena itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan tips aman untuk pemudik sehingga bisa pulang ke kampung halaman dengan aman dan selamat sampai tujuan.

“Persiapkanlah diri dan kendaraan dengan baik. Kami berikan suatu regulasi bahwa kita mengharuskan bus untuk melakukan ramp check yaitu ada spion, klakson dan rem berfungsi dengan baik. Oleh karena itu saudara-saudara yang akan mudik menggunakan bus, gunakan bus yang telah dilakukan ramp check agar perjalanan aman,” kata Budi di Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, hari Minggu (20/5).

Menhub juga akan meminta Dinas Perhubungan untuk melakukan ramp check terhadap kendaraan umum dan memberi tindakan berupa tidak boleh beroperasi jika kendaraan tersebut tidak melakukan ramp check.

Untuk mendukung mudik 2018 infrastruktur baik sarana maupun prasarana transportasi juga telah disiapkan tiga pilihan jalur mudik yaitu jalur Pantura, jalan tol dan jalur Selatan.

“Kalau pulang mudik jangan hanya pakai jalan tol tapi jalan nasional non tol juga sudah bagus mulai jalur selatan dan jalur utara. Semua bisa difungsikan dengan baik,” kata dia.

Menhub juga mengingatkan pemudik untuk tidak menggunakan sepeda motor saat mudik lebaran karena hal tersebut membahayakan keselamatan.

“75 persen dari total kecelakaan melibatkan sepeda motor. Karenanya dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan sayangi nyawa dan keselamatan anda sekeluarga. Lebih baik mudik menggunakan angkutan umum. Kita ingin zero accident,” kata dia.

Selain itu, lanjut dia, untuk mengurangi kepadatan arus diharapkan pemudik dapat mengatur waktu keberangkatannya.

“Biasanya orang-orang pulang mudik pada H-2 dan H-3 tapi hari libur lebaran ini sudah sejak H-7. Untuk itu kalau yang ingin pulang mudik sebaiknya jangan berbarengan pada H-2 dan H-3 agar kepadatan di jalan dapat berkurang,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Menhub mengajak masyarakat Cirebon untuk bersama-sama mensukseskan mudik lebaran 2018. Hal ini dikarenakan 60 persen pemudik yang akan menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur melintasi kota Cirebon.

“Kita akan melakukan kegiatan mudik lebaran 2018. Cirebon akan menjadi daerah tumpuan dari konektivitas antara Jakarta-Semarang-Solo-Surabaya. Mudik tahun ini dicanangkan dengan satu semangat yaitu guyub rukun. Untuk itu bantulah kami untuk sukseskan mudik bersama tahun ini,” kata dia. (Humas Kemenhub)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s