DPRD Kota Cirebon Soroti Besaran Sisa Anggaran Pemkot Cirebon Mencapai Rp 79 miliar

Suasana sebelum Rapat Paripurna DPRD Kota Cirebon pada  pemandangan umum fraksi-fraksi atas rancangan peraturan Daerah Kota Cirebon, Selasa (3/7). (Foto: Dian)

(Suara Gratia) Cirebon – Beberapa fraksi DPRD Kota Cirebon menyoroti sisa lebih anggaran tahun 2017 atau Silpa Pemerintah Daerah Kota Cirebon yang mencapai angka Rp 79 miliar. Salah satunya adalah dari Fraksi Partai Golkar.

“Besarnya sisa anggaran mencapai Rp 79 miliar, ini masih dirasa besar. Kami dari Fraksi Partai Golkar meminta dinas terkait untuk mengoptimalkan penyerapan anggaran yang ada. Sebagian besar realisasi anggaran SKPD mencapai di atas 90 persen. Sedangkan ada dua SKPD yang masih ada di bawah 90 persen yaitu Dinas Penanaman Modal dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang hanya mencapai 73 persen,” kata Ketua Fraksi Golkar, Andri Sulistio dalam pandangannya di Gedung Griya Sawala, DPRD Kota Cirebon, hari Selasa (3/7).

Menurutnya ini tidak sebanding dengan pendapatan daerah yang tahun ini hanya mencapai Rp 1,3 triliun. Sedangkan pendapatan anggaran yang disetujui adalah Rp 1,7 triliun.

“Artinya ada 5,4 persen yang tidak terealisasi,” kata dia.

Di samping itu, semua fraksi sepakat memberikan respons positif terhadap predikat Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK RI selama dua kali berturut-turut. Mereka mengimbau prestasi tersebut harus dipertahankan dan harus memerhatikan seluruh SKPD agar bisa menyerap anggaran dengan baik.

Sementara itu, menjawab tanggapan dari fraksi-fraksi DPRD Kota Cirebon, Penjabat Walikota Cirebon Dedi Taufikkurohman mengatakan besaran sisa lebih anggaran tahun 2017 atau silpa Pemerintah Daerah Kota Cirebon menurun 13,83 persen dibandingkan tahun 2016 lalu.

“Penurunan angka silpa tentu menjadi gambaran efektivitas dan maksimalnya penggunaan anggaran,” kata dia dalam Nota pengantar Jawaban terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi atas rancangan peraturan Daerah Kota Cirebon dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Cirebon, Selasa (3/7). Dedi mengatakan Silpa turun tahun 2017 sebesar RP.79.094.191.342,00 dibandingkan tahun sebelumnya RP.91.792.566.650,00.

“Sesuai dengan ketentuan Menteri Keuangan khususnya pada Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun ketentuan Gubernur Jabar terhadap sisa anggaran akan dialokasikan kembali dalam kegiatan yang sama. Jadi pada tahun 2018 anggaran tersebut tetap dipergunakan dalam program yang sama,” ungkap Dedi.

Dedi menambahkan pihaknya akan melakukan evaluasi masih besarnya silpa yang ada di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Pihaknya akan mendorong agar penggunaan anggaran belanja berjalan sesuai target.

“Capaian belanja jangan sampai kurang bahkan bagus bila mencapai angka 100 persen,” kata Dedi.

Pemerintah Daerah Kota Cirebon akan melakukan berbagai terobosan untuk mengurangi besarnya silpa tersebut. Beberapa langkah antara lain melakukan percepatan penyerapan anggaran melalui optimalisasi sistem pengelolaan keuangan melalui SP2D Online.

Kemudian Pemkot juga akan melakukan pengendalian berkala melalui pertemuan rutin triwulan dalam rangka mengoptimalkan percepatan pengelolaan dan penatausahaan keuangan di perangkat daerah. (Dian)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s