DKP Kota Cirebon Dorong Pelaksanaan Penganekaragaman Pangan

dedi
Pj Walikota Cirebon melakukan rapat koordinasi dengan Dewan Ketahanan Pangan Kota Cirebon, hari Senin (30/7). (Foto: Humas Pemda Kota Cirebon)

 

(Suara Gratia) Cirebon – Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Kota Cirebon terus aktif mendorong pelaksanaan penganekaragaman konsumsi pangan. Sehingga target angka Pola Pangan Harapan (PPH) 90 pada 2023 mendatang untuk masyarakat Kota Cirebon bisa tercapai.

 

“Masalah tahun sebelumnya, PPH masyarakat di Kota Cirebon baru mencapai 80,1,” kata Pj Wali Kota Cirebon, Dedi Taufik dalam Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Kota Cirebon, Senin (30/7) di Kantor DPPKP Kota Cirebon.

 

Padahal, lanjut dia, target yang harus dicapai seharusnya 85. Ini menunjukkan, pola makan masih tergantung dengan beras dan terigu. Serta kurangnya konsumsi umbi-umbian, buah, sayuran dan kacang-kacangan.

 

Oleh karena itu, melalui Dewan Ketahanan Pangan Kota Cirebon yang telah terbentuk kembali pada 13 Juni 2017 lalu berkomitmen untuk melakukan sejumlah langkah strategis. “Kami akan aktif mendorong pelaksanaan penganekaragaman konsumsi pangan bagi masyarakat Kota Cirebon,” kata Dedi.

 

Caranya diantaranya dengan mendorong penggunaan bahan pokok lokal, optimalisasi manfaat pekarangan dengan konsep kawasan rumah pangan lestari (KRPL) serta variasi menu beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA). “Berbagai festival keanekaragaman dengan memenuhi konsep B2SA bisa secara rutin dilakukan,” ungkap Dedi.

 

Dengan penganekaragaman konsumsi pangan ini, menurut Dedi akan berperan penting dalam pencapaian angka PPH masyarakat Kota Cirebon yang ditargetkan mencapai 90 pada 2023 mendatang.

 

“Sebagai upaya awal, akan segera diterbitkan surat edaran tentang percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal,” ungkap Dedi.

 

Selain penganekaragaman makanan, pada kesempatan yang sama Dedi juga menyinggung masih belum tercapainya penyediaan cadangan pangan. Jika merujuk peraturan menteri pertanian No 65 tahun 2010 tetang SPM Ketahanan Pangan harusnya mencapai 60 ton. Namun pada 2018 ini baru tercapai 10 ton.

 

Sedangkan rumusan rakor DKP 2017 lalu mendorong untuk penyediaan cadangan pangan pemerintah daerah 20 ton setiap tahunnya. “Melalui kerjasama dengan Bulog kita akan terus dorong penguatan cadangan pangan pemerintah daerah,” kata Dedi. Termasuk dengan mengalokasikan dana ketahanan pangan yang memadai sesuai dengan kebutuhaan di Kota Cirebon.

 

Sementara itu kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan DPPKP Kota Cirebon sekaligus ketua pelaksana rakor ketahanan pangan, Elmi Masruroh, mengungkapkan jika rakor bertujuan untuk evaluasi dan pengendalian perwujudan ketahanan pangan di Kota Cirebon.

 

“Termasuk merumuskan kebijakan dalam rangka mendorong keikutsertaan masyarakat dalam penyelenggaran ketahanan pangan,” ungkap Elmi. Rakor juga bertujuan untuk koordinasi dan sinkronisasi kegiatan antar SKPD dan masyarakat dalam mendukung perwujudan ketahanan pangan di Kota Cirebon. (Humas Pemkot Cirebon)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s