Gasibu: Gerakan Nasi Bungkus Penuhi Akses Pangan untuk Warga

IMG-20200511-WA0034
Ketua Umum Jabar Bergerak, Atalia Praratya memantau dapur umum di Kota Cirebon untuk gerakan nasi bungkus (Gasibu). (Foto: Humas Pemkot Cirebon)

(Suara Gratia) CIREBON – Ketua Umum Jabar Bergerak, Atalia Praratya menyatakan gerakan nasi bungkus (Gasibu) dilakukan untuk memenuhi akses pangan bagi warga yang membutuhkan di masa pandemi ini.

“Agar mereka tahu, mereka tidak sendirian. Tapi kita bersama-sama berupaya membantu dan saling tolong menolong. Jabar Bergerak sudah dilakukan secara masif di semua daerah di Jawa Barat. Bahkan ada pula yang pelaksanaannya sudah dilakukan di tingkat kelurahan. Sehingga masyarakat bisa semakin dekat mengakses pangan yang mereka butuhkan,” kata dia di Kota Cirebon, hari Senin (11/5).

Gasibu ini akan dilakukan melalui dua jalur yaitu dengan mengerahkan Babinsa dan Karang Taruna untuk berkeliling kepada masyarakat yang sudah terdata dan ada juga relawan yang berkeliling bagi masyarakat yang tidak terdata.

Nasi bungkus tersebut akan dibagikan ke masyarakat yang ada di lima kecamatan Kota Cirebon yang terdampak pandemi. Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati mengatakan saat ini sudah ada 300 nasi bungkus yang dibuat oleh anggota Darma Wanita dan PKK Kota Cirebon di dapur umum yang memang sengaja dibentuk sejak hari Senin (11/5).

Kemungkinan, lanjut Eti, 300 nasi bungkus tersebut akan dievaluasi apakah cukup atau tidak untuk masyarakat. “Berapa kebutuhannya sebenarnya, nanti kita bisa tambah,” kata dia.

 

Miskin Dadakan karena Pandemi

Di masa pandemi ini, masyarakat miskin dadakan banyak bermunculan di Kota Cirebon. Jumlahnya bahkan mencapai dua per tiga dari warga Kota Cirebon. Di antaranya adalah pekerja di bidang perhubungan seperti pengemudi dan juru parkir, kelompok di bidang pariwisata dan budaya seperti seniman, perupa, tour guide, kelompok pertanian, pedagang dan tenaga kerja yang dirumahkan.

Penyaluran bantuan sebanyak 5000 paket dari Presiden RI, Joko Widodo  sudah dilakukan pada Rabu (6/5) lalu. Satu paket tersebut berupa beras 10 kg, minyak 1 liter, gula pasir 1kg, dan satu kotak teh. Selain dari presiden, Kota Cirebon juga mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Bansos ditujukan untuk 7.575 RTS yang dikelola oleh dua dinas. Untuk DSPPA Kota Cirebon menyerahkan uang tunai sebesar Rp 200.000 selama tiga bulan, dimulai April, Mei dan Juni untuk 5.375 RTS di Kota Cirebon. Sedangkan bantuan sosial yang dikelola oleh Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kota Cirebon diperuntukkan bagi 2.200 RTS dengan bantuan 15 kg beras selama tiga bulan.

Pada kesempatan itu Iing juga menjelaskan bantuan gubernur non DTKS telah disetujui. Dari pengajuan 35.460 yang diusulkan oleh RT, RW dan kelurahan di Kota Cirebon yang disetujui oleh Pemprov Jabar untuk mendapatkan bantuan tahap kedua sebanyak 14.131 RTS.

“Berarti masih ada selisih, yaitu RTS yang belum menerima bantuan sosial dari gubernur tahap kedua,” kata Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Kota Cirebon, Iing Daiman. Sebelumnya, untuk bantuan tahap pertama telah disalurkan untuk 874 RTS yang datanya berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Untuk yang belum mendapatkan bantuan, DSPPA Kota Cirebon mengusulkan bantuan ke Kemensos. Namun, lanjut Iing, Pemkot Cirebon hanya mengusulkan sebanyak 14.598 RTS sesuai dengan kuota yang dimiliki Kota Cirebon dari Kemensos. Ini berarti masih terdapat sisa RTS yang belum mendapatkan bantuan sosial. (Humas Pemkot Cirebon)

Diterbitkan oleh SUARA GRATIA 95,9 FM

Jl. Setiabudi 31 Cirebon 24 JAM ON AIR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: