Pemkot Cirebon Perpanjang PSBB 2 Pekan

 

(Suara Gratia), CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon akan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Cirebon selama dua pekan ke depan sejak tanggal 20 Mei hingga 2 Juni 2020

IMG-20200514-WA0074-1024x576
Penutupan di Jalan Dr. Ciptomangunkusumo saat PSBB di Kota Cirebon. (Foto: Humas Pemkot Cirebon)

. Perpanjangan PSBB itu sudah diajukan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk disetujui.

“Besok (18/5) kita akan laporkan soal perpanjangan PSBB tahap kedua ini ke provinsi. Polanya penguatan di RT, RW. Pengendalian keluar masuk masyarakat akan diperketat,” kata Walikota Cirebon Nasrudin Azis, setelah melakukan rapat koordinasi dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Balaikota Cirebon hari Minggu (17/5).

Selain itu, Pemkot Cirebon juga akan memberikan informasi lebih luas lagi kepada masyarakat Kota Cirebon untuk selalu melakukan pola hidup sehat dan bersih dengan cuci tangan, menggunakan masker dan menjaga kesehatan hingga vaksin Covid-19 ini ditemukan.

Pihaknya juga akan melakukan pengetatan pembatasan Kota Cirebon dan terus memantau perkembangan toko maupun pusat perbelanjaan di Kota Cirebon. Azis mengungkapkan meski diperpanjang pelaksanaan PSBB di Kota Cirebon memberlakukan kearifan lokal (PSBB parsial di tingkat RT/RW) atau rileksasi di tempat-tempat perbelanjaan dengan mengizinkan mereka buka tapi dengan mengendalikan pengunjungnya.

Masyarakat Masih Bandel

Berdasarkan laporan, Azis mengungkapkan selama pelaksanaan PSBB yang masih banyak masyarakat yang tidak disiplin saat keluar rumah.

“Ada PSBB saja masyarakat masih banyak berkerumun, apalagi jika PSBB tidak diperpanjang,” kata dia.

Terkait pengawasan pelaksanaan PSBB tahap kedua, Azis menambahkan akan bekerjasama dengan aparat kepolisian dan TNI untuk patroli bersama gugus tugas bagian penindakan yaitu Satpol PP.

“Jika pelaku usaha melanggar aturan PSBB yang telah dilonggarkan maka akan ditindak langsung,” tambahnya.

Pada saat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon dr. Edy Sugiarto memaparkan untuk tren kasus Covid 19 di Kota Cirebon mengalami penurunan selama PSBB akan tetapi pihaknya tetap akan melakukan tes PCR (Polymerase Chain Reaction) atau tes swab di tiap kecamatan dengan jumlah 300 orang per kecamatan.

“Karantina parsial di tingkat RW kami rasa akan lebih efektif untuk mencegah penyebaran Covid 19,” paparnya.

Edy mengatakan meskipun Kota Cirebon berstatus zona kuning akan tetapi dikelilingi oleh daerah yang masuk kategori zona merah hasil pemaparan Gubernur Jawa Barat, sehingga hal itu perlu diantisipasi.

“Jangan sampai ada gelombang kedua kasus Covid 19 setelah PSBB berakhir sebab interaksi masyarakat dipastikan meningkat,” kata dia. (Humas Pemkot Cirebon)

Diterbitkan oleh SUARA GRATIA 95,9 FM

Jl. Setiabudi 31 Cirebon 24 JAM ON AIR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: