Meski Pasien Covid Bertambah, Cirebon Terapkan AKB

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon Edy Sugiarto saat rapat evaluasi Pemberlakuan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Cirebon, Jumat (26/6). (Foto: Humas Pemkot Cirebon)

(Suara Gratia), CIREBON – Kasus positif corona virus desease (Covid) 19 kembali bertambah empat kasus setelah sebelumnya Kota Cirebon nihil virus corona. Namun rupanya bertambahnya kasus virus corona ini tetap membulatkan tekad Pemerintah Daerah Kota Cirebon untuk mengakhiri pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan menggantikannya dengan AKB atau adaptasi kebiasaan baru.

“Info yang kami terima, draft penerapan AKB di Jabar kecuali Bodebek (Bogor, Depok dan Bekasi) telah diajukan Gubernur ke Kementerian Kesehatan,” kata Asisten Pemerintahan Bidang Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Kota Cirebon, Drs. Sutisna M. Si usai mengikuti rapat evaluasi Pemberlakuan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Cirebon, Jumat (26/6).

Namun, lanjut dia, dengan catatan AKB hanya dilakukan oleh wilayah yang tidak memiliki kasus positif covid 19. Sementara daerah lainnya seperti Sunyaragi dan Pamitran tetap harus melakukan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM). Aturan PSBM tersebut nantinya akan tertuang dalam Peraturan Walikota (Perwali).

Dalam aturan AKB, karantina skala mikro akan terjadi  bila ada temuan kasus baru di sejumlah tempat seperti pusat perbelanjaan, tempat ibadah, dll. Sedangkan untuk tempat hiburan, izin akan ditinjau kembali sambil memeriksa kembali pernyataan kesiapan pengelola untuk menerapkan protokol kesehatan dan penyediaan peralatan pendukungnya.

“Nantinya dari Pemda Kota Cirebon akan memeriksa langsung di lapangan, jika terjadi temuan kasus positif maka akan langsung ditutup (PSBM),” kata Sutisna.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Cirebon (Pj Sekda) Nanin Hayani mengungkapkan beberapa sektor ekonomi sudah mulai dibuka ketika AKB sudah dimulai. Namun untuk sektor pendidikan, masih terus dilakukan di rumah karena risiko tingkat penularan terbilang tinggi.

“Aktivitas sekolah mulai 13 Juli 2020 tapi sistem belajarnya masih tetap dilakukan di rumah secara online,” kata dia.

Rapid Test Lebih Masif

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon Edy Sugiarto memaparkan selama masa AKB test swab dan rapid test akan terus dilakukan untuk mencegah penyebaran covid 19.

“Test swab di Kota Cirebon jumlahnya 5.000 test yang berasal dari Pemprov Jabar 1.200 test dan sisanya dari Pemda Kota Cirebon,” kata dia.

Menurutnya, dengan dibukanya aktivitas masyarakat (AKB) akan membuka peluang penyebaran Covid 19, maka dari itu test swab akan terus dilakukan secara masif dan tuntas. Namun, tidak dipungkiri bila ada ledakan kasus, maka PSBB harus dilakukan kembali.

“Kesiagaan kami dari tim medis akan lebih tinggi di masa AKB nanti, maka test swab masif akan terus dilakukan,” pungkasnya.

Meskipun AKB sudah bisa diterapkan di Kota Cirebon, pihaknya mengimbau untuk terus melakukan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan cuci tangan. (Humas Pemkot Cirebon)

Diterbitkan oleh SUARA GRATIA 95,9 FM

Jl. Setiabudi 31 Cirebon 24 JAM ON AIR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: