MESKI HIDUPNYA SINGKAT

David Brainerd lahir pada 20 April 1718 di Haddam, Connecticut, Amerika Serikat. Ia bukanlah seorang yang “beruntung”. Sejak masih kecil ia telah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya. Ketika berumur 9 tahun ayahnya meninggal dan 5 tahun kemudian ibunya pun meninggal. Kemudian ia tinggal dengan seorang pendeta yang baik dan diberi kesempatan untuk belajar.

Di masa mudanya, Brainerd telah menyerahkan hidupnya untuk melayani Tuhan. Ia adalah misionaris pelopor pekabaran Injil bagi suku Indian Amerika.

Ketika usianya baru menginjak 29 tahun, ia menderita sakit parah. Kesehatannya semakin menurun dengan cepat, tetapi semangat dan sukacitanya terus bergairah.

Menjelang saat-saat terakhir hidupnya, ia berkata, “Mengapa kereta-Nya tidak datang-datang juga? Saya sudah lama menantikan waktu untuk memuji dan memuliakan Tuhan bersama para malaikat di sorga.”

Usianya memang terhitung singkat, namun bagi Brainerd hal itu tidak menjadi masalah sebab dalam sepanjang hidupnya ia telah melakukan yang terbaik bagi Sang Raja.

Dari pengalaman David Brainerd, kita belajar bahwa yang penting bukan berapa lama kita hidup, melainkan bagaimana kita hidup. Apakah ada kualitasnya? Apakah ada manfaatnya bagi sesama? Apakah Allah dimuliakan melalui kita?

Mari kita, berapa pun usia kita, mari jalani hari-hari ke depan dengan semangat untuk hidup bagi kemuliaan-Nya

Sumber : Renungan & Ilustrasi Kristen

Iklan

Penulis: SUARA GRATIA 95,9 FM

Jl. Setiabudi 31 Cirebon 24 JAM ON AIR 0231.230816 0817222959

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: