KELUARGA BARU

Craig Barnes, pendeta National Presbyterian Church, Washington DC, bercerita bahwa ketika ia masih kecil, ayahnya mengangkat seorang anak lelaki bernama Roger.

Orang tua Roger pecandu narkoba dan meninggal karena overdosis. Dalam keluarga Craig, Roger harus berjuang untuk berubah.

Kerap Craig mendengar ayahnya berkata, “Roger, kita tidak bersikap begitu dalam keluarga ini… Roger, anak dalam keluarga ini tidak perlu menjerit-jerit untuk meminta sesuatu… Roger, kita biasa saling menghargai.”

Lama kelamaan ia berubah — ia berpikir, bersikap, bertingkah laku seperti anggota keluarga yang lain.

Sebagai orang yang diangkat anak oleh Bapa sorgawi kita perlu tahu sifat dan watak keluarga baru kita, dan mengalami perubahan demi perubahan yang selaras dengan kebaruan itu.

Dalam hal apa sajakah kita berubah? Dulu kita menaati “daging”, kini kita menaati Roh Tuhan. Dulu kita memikirkan apa yang enak buat diri sendiri, kini kita memikirkan apa yang sejalan dengan pikiran Roh Tuhan. Dulu kita mengingini hal-hal duniawi, kini kita mengingini apa yang berkenan kepada Tuhan.

Saat Roger baru saja memasuki keluarga baru, bisa saja ia tak nyaman karena segalanya berbeda. Namun ketika ia rela menerima nasihat dan bimbingan orang tua barunya, ia dapat memiliki cara hidup yang baru.

Demikian pula kita dalam memasuki keluarga Allah. Izinkan Roh Tuhan bertakhta, memimpin, dan mengubahkan kita menjadi anak-Nya yang semakin dewasa!

Sumber : Renungan & Ilustrasi Kristen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s