JADILAH ULET

Salah satu tema yang paling umum dalam Alkitab adalah ketekunan. Rasul Paulus menulis: ‘Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.’ (Gal 6:9) Dan Yakobus menambahkan: ‘Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.’ (Yak 1:12)

Garis pemisah antara menang dan kalah bukanlah bakat; itu keuletan. Arti dari kegigihan adalah:
(1) Memberikan semua yang Anda miliki, tidak lebih dari yang Anda miliki. Beberapa orang secara tidak akurat percaya bahwa menjadi ulet menuntut lebih dari yang mereka tawarkan. Akibatnya, mereka menjadi putus asa dan berhenti memaksakan diri. Tetapi menjadi ulet berarti memberi 100%—tidak lebih, dan tentu saja tidak kurang.
(2) Bekerja dengan tekad daripada menunggu takdir. Orang yang gigih tidak bergantung pada keberuntungan, nasib, atau takdir untuk kesuksesan mereka. Mereka menyadari bahwa waktu mencoba bukanlah waktu untuk berhenti mencoba.

(3) Berhenti saat pekerjaan selesai, bukan saat Anda lelah. Untuk berhasil, Anda sering kali harus mendorong melampaui apa yang Anda pikir dapat Anda lakukan. Ingat, kemenangan tidak ditentukan sampai langkah terakhir dalam perlombaan telah dijalankan. Jadi, manfaatkanlah kasih karunia Tuhan, jangan menyerah, dan teruslah berjalan sampai anda melewati garis finis dan memenangkan hadiahnya.

Sumber : Buku Renungan Hari Ini
Edisi : Selasa, 19 Juli 2022

Penulis: SUARA GRATIA 95,9 FM

Jl. Setiabudi 31 Cirebon 24 JAM ON AIR 0231.230816 0817222959

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: