GUNAKAN STRATEGI SENYUM

Seorang pendeta bercerita tentang pengalamannya berada di gereja selama
12 tahun. Dia memiliki kebiasaan selama kebaktian Minggu pagi untuk memanggil anak-anak ke depan sebelum khotbahnya sehingga mereka dapat pergi ke ‘gereja anak-anak’ khusus untuk mereka. Anak- anak akan berbaris melewati mimbar dan dia akan membuat sebuah titik untuk tersenyum pada mereka masing-masing. Sebagai imbalannya dia menerima senyuman. “Itu adalah salah satu poin tertinggi dari pelayan bagi saya,” kenangnya. Namun suatu hari ia rupanya tidak tersenyum pada seorang anak.

Seorang anak berusia empat tahun berkepala ikal berlari keluar dari prosesi dan melemparkan dirinya ke pelukan ibunya, terisak-isak seolah-olah hatinya hancur. Setelah kebaktian dia pergi untuk mencari tahu apa yang terjadi. Sang ibu menjelaskan kepadanya bahwa anaknya berkata, ‘Saya tersenyum kepada Tuhan, tetapi dia tidak membalas senyuman saya!’ Pendeta itu merenungkan, ‘Untuk anak itu saya adalah wakil Tuhan. Saya telah gagal dengan senyum saya, dan dunia menjadi gelap.’

Saat Anda menjalani hari ini, pastikan diri Anda untuk menggunakan strategi senyum. Anda berkata, ‘Saya punya lebih banyak masalah daripada Ayub, jadi saya tidak punya alasan untuk tersenyum.’ Ayub mengalami lebih banyak masalah dalam setahun daripada yang akan dialami kebanyakan dari kita seumur hidup. Tapi meskipun dia jatuh, dia mengangkat yang lain. Meskipun dia putus asa, dia mendorong orang lain. Bagaimana dia melakukannya? ‘Orang menantikan aku seperti menantikan hujan, dan menadahkan mulutnya seperti menadah hujan pada akhir musim. Aku tersenyum kepada mereka, ketika mereka putus asa, dan seri mukaku tidak dapat disuramkan mereka.’ (Ayub 29:23–24)

Sumber : Buku Renungan Hari Ini
Edisi : Selasa,30Agustus 2022

Penulis: SUARA GRATIA 95,9 FM

Jl. Setiabudi 31 Cirebon 24 JAM ON AIR 0231.230816 0817222959

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: