Target Naik, Pemkot Cirebon Permudah Pembayaran PBB

Walikota Cirebon Nasrudi Azis. (Foto: Dian)

(Suara Gratia) Cirebon – Target penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kota Cirebon tahun ini naik hingga mencapai Rp 29 miliar. Seiring dengan kenaikan target tersebut, Pemkot Cirebon akan mempermudah prosedur pembayaran bagi warga Kota Cirebon. Di antaranya adalah dengan mempercepat pencetakan SPPT dan pembayaran bisa dilakukan di gerai-gerai minimarket.

“Penyampaian SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang) lebih awal ini bertujuan agar masyarakat membayar pajak sebelum jatuh tempo. Saya tentu sangat mengapresiasi dan bahagia karena SPPT 2018 seluruhnya sudah tercetak dan siap untuk didistribusikan,” kata Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis di Cirebon, hari Rabu (24/1).

Selain mempercepat pencetakan SPPT di bulan Januari ini, Pemkot Cirebon juga mempermudah warga yang ingin membayar pajak. Oleh karena itu, Pemkot Cirebon bekerja sama dengan dua gerai minimarket yaitu Alfamart dan Indomaret.

Dia berharap dekatnya gerai minimarket dan rumah warga ini mempermudah warga untuk membayar pajak sehingga diharapkan target pajak tahun ini bisa tercapai.

“Tahun ini target penerimaan dari PBB yang mencapai Rp 29 miliar. Dengan berbagai terobosan yang telah dilakukan oleh Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Cirebon, target tersebut bisa tercapai.”

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Cirebon Sukirman, menjelaskan tahun 2017 lalu target penerimaan dari PBB sebesar Rp 27 miliar namun total penerimaan atau realisasi yang diterima BKD adalah sekitar Rp 27,5 miliar.

“Realisasi penerimaan melebihi dari target yang ditentukan,” kata Sukirman.

Dia berharap dengan mempercepat pencetakan SPPT maka masyarakat juga bisa mempercepat pembayaran PBB.

“Apalagi sekarang pembayaran tidak hanya dilakukan di Bank BJB saja tapi juga bisa di kantor pos, dan minimarket,” kata dia.

Saat ini, tambah dia, sudah ada 4 persen PBB yang masuk. Padahal biasanya bulan Januari dan Februari belum ada penerimaan PBB yang masuk. Hingga saat ini jumlah obyek penerimaan PBB di Kota Cirebon sebanyak 73.000 wajib pajak. (Humas Pemkot Cirebon)

 

Kapolri Instruksikan Jajarannya Perketat Pengamanan Natal dan Tahun Baru

Kapolres Cirebon Kota AKBP Adi Vivid menghadiri apel Ops Lilin Lodaya di Alun-alun Kota Cirebon, hari Kamis (21/12). (Foto: Humas Polres Ciko)

(Suara Gratia), Cirebon – Kepala Polisi RI Tito Karnavian meminta seluruh jajarannya untuk memperketat penjagaan selama ibadah natal 2017 dan pergantian malam tahun baru 2018. Hal ini berkaca pada kejadian teror tahun lalu di Singkawang dan Samarinda meskipun berhasil digagalkan.

Selain itu, kehidupan nasional juga diwarnai dengan adanya intoleransi dalam dunia internasional dan antaragama. Apalagi, kata dia, kejadian tersebut berlangsung menjelang proses pesta demokrasi pilkada serentak pada 2018 mendatang.

“Berbagai hal tersebut, menjadi tantangan tugas bagi Polri dan seluruh elemen terkait, khususnya dalam menjaga dan mengamankan pelaksanaan ibadah natal 2017 dan perayaan pergantian tahun 2018,” kata Tito dalam amanatnya, hari Kamis (21/12).

Dia mengingatkan seluruh jajarannya untuk mengamankan beberapa titik rawan seperti tempat wisata, pusat perbelanjaan, pelabuhan, bandara, terminal dan beberapa tempat lainnya. Oleh karena itu, Polri menggelar Operasi Lilin 2017 yang berlangsung selama 10 hari sejak tanggal 23 Desember 2017 sampai 1 Januari 2018.

Secara keseluruhan, Polri mengerahkan 90.058 personel Polri dibantu 20.070 personel TNI serta 60.177 personel gabungan dari Satpol PP, Dinkes, Dishub, Jasa Raharja dan Pramuka. Para personel akan ditempatkan pada 2.657 pos pengamanan dan 933 pos pelayanan guna memberikan pengamanan kamtibmas dan kamseltibcar lantas.

Tidak Ada Aksi Sweeping Atribut Natal di Cirebon

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid memastikan tidak akan ada lagi aksi sweeping dari organisasi masyarakat (ormas) terhadap pemakaian atribut Natal. Dia meminta kepada ormas untuk tidak bergerak sendiri melainkan melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Sebab, fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah melarang terkait pemakaian atribut natal kepada umat Islam. Sehingga, dia meminta kepada ormas untuk tidak bergerak sendiri. Adi Vivid mengimbau kepada ormas untuk melaporkannya saja ke polisi dan biarkan polisi yang bertindak.

“Jika memang menemukan, jangan gerak sendiri. Laporkan kepada kami, biar kami yang menangani,” kata dia usai menggelar apel Ops Lilin Lodaya 2017 di Alun-alun Kota Cirebon, hari Kamis (21/12).

Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak pusat perbelanjaan dan ormas sehingga dia menjamin tak ada lagi aksi sweeping. Bila terjadi, pihaknya tak akan segan untuk  menindak ormas tersebut. (Humas Polres Ciko)