AKAN TETAP INDAH

Siapa yang menyukai bunga mawar? Dimanapun bunga mawar itu tumbuh, akan tetap terlihat indah. Entah itu di semak belukar, di hutan, di pekarangan yang kotor, semua hal itu tidak akan mengurangi keindahannya. Saya tidak pernah mempermasalahkan di mana bunga itu tumbuh atau dari mana asalnya, sebab keindahannya telah menutupi segala kekurangannya.

Hendaknya kehidupan kita menjadi indah seperti bunga mawar. Kita tidak perlu memikirkan tentang pujian dan penilaian orang lain terhadap kita. Tugas kita adalah berbuat baik. Terkadang kita perlu menutup mata untuk berbuat baik. Kita tidak perlu memandang siapa yang hendak kita tolong. Kita pun tidak perlu meragukan tempat dan waktu.

Selalu ada ganjaran yang baik untuk sebuah kebaikan. Selalu ada upah yang layak untuk segala hal yang telah kita lakukan. Pujian dari manusia tidak lebih berharga daripada pujian dari Tuhan. Agar tetap dikenan Tuhan dengan segala berkat-Nya, tetaplah berbuat baik sekalipun tidak diinginkan oleh orang lain.

Siapa mengejar kebaikan, berusaha untuk dikenan orang, tetapi siapa mengejar kejahatan akan ditimpa kejahatan.

Amsal 11:27

Iklan

INSPIRASI : JETMAN

Saat berusia 13 tahun, Yves Rossy mulai tertarik pada dunia penerbangan. Ia kemudian masuk skuad penerbang Angkatan Udara Swiss, dan terbiasa menerbangkan pesawat Hawker Hunter dan Mirage III.

Usai berkarir di Angkatan Udara, ia menjadi pilot maskapai Swiss International Air Lines, menerbangkan Boeing dan Airbus. Ia mendesain sayap dengan mesin jet kecil di kedua lengannya pada 2005 dan menyelesaikannya pada 2006.

Pada usia 52 tahun ia terus melatih kemampuan terbang dengan sayap jet itu. Prinsipnya: terus berkarya selama masih bernafas. Itulah sebabnya ia dijuluki: Jetman!

Pengkhotbah mengajar kita untuk bekerja sebaik mungkin. Menurut pengkhotbah, semua manusia bernasib sama, yaitu hidup mereka berada dalam rancangan tangan Tuhan. Untuk itu, sepatutnya kita mengisi kehidupan ini dengan hal yang bermakna dan bernilai. Milikilah pengharapan dalam Tuhan. Nikmati apa yang kita miliki dalam hidup dengan rasa syukur, dan kerjakan segala sesuatu yang dijumpai tangan kita dengan sekuat tenaga.

Mari kita hayati kehidupan yang Tuhan berikan dengan rasa syukur dan penuh pengharapan. Isilah kehidupan yang fana ini dengan karya-karya yang positif. Milikilah mimpi, tekunlah dalam mencapainya, dan berusahalah maksimal untuk mewujudkannya.

Lakukan segala pekerjaan yang Tuhan percayakan karena Dia akan memberikan kemampuan kepada orang yang sungguh-sungguh berusaha dan bekerja. Kiranya kita berhikmat dalam mengisi kehidupan ini dengan berbagai hal positif dan memberkati sesama.

Mewujudkan mimpi dan terus berkarya adalah salah satu cara mengisi dan mensyukuri hidup yang singkat ini.

“Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.” (Pengkhotbah 9:10)

Sumber : Renungan & Ilustrasi Kristen

SIAPA YANG MENOLONG

Seorang ibu tunggal biasa menolong Curtis Jackson, tunawisma yang ia jumpai dalam perjalanan ke kantor.

Suatu hari si ibu kehilangan pekerjaan dan rumahnya. Beserta anaknya yang masih kecil, mereka tinggal di mobil.

Polisi mendapati mereka dan mengancam akan mengambil si anak jika mereka tak punya rumah yang layak. Mereka pindah ke hotel.

Namun, siapa bisa membayar tagihannya? Curtis! Dari upah bekerja kasar, Curtis membayarkan tagihan hotel si ibu dalam waktu cukup lama — sampai mencapai sekitar 9.000 dolar!

Setelah menyingkir dari Ahab di Sungai Kerit, Elia diminta Tuhan ke Sarfat dan dijanjikan pertolongan. Ternyata penolongnya janda yang hampir tak punya apa-apa lagi! Ketika berjumpa Elia, ibu ini hendak memasak untuk terakhir kali sebab bahan makanan yang ia punya nyaris habis. Sesudah itu, ia dan anaknya tak tahu lagi bagaimana bertahan hidup.

Kepadanya, Elia meminta air dan roti. Padahal, anak si janda pun sudah merintih kelaparan. Apa yang ia lakukan? Ia memutuskan untuk melayani Elia dulu. Apa anaknya mati? Tidak. Tuhan itu setia dan ajaib. Dia menyediakan minyak baru dan tepung baru bagi keluarga itu sampai kekeringan berlalu.

Kadang Tuhan menghendaki kita memberi saat kita sendiri sedang tidak berlebih atau bahkan “kurang”. Bila Tuhan menghendaki kita bermurah hati pada orang yang Dia tunjukkan, mari kita taat. Percayalah, Tuhan tahu apa yang kita butuhkan. Jika Dia berkehendak memelihara seseorang melalui kita, Dia pasti berkuasa juga untuk memelihara kita.

Sumber : Renungan & Ilustrasi Kristen

%d blogger menyukai ini: