Tekan Gizi buruk di Kota Cirebon, Anggaran Posyandu akan Ditambah

Wakil Walikota Cirebon Eti herawati mengunjungi Posyandu Kelapa Mudah RW 07 Kayuwalang, Kelurahan Karya Mulya, Kecamatan Kesambi Kota Cirebon pada Senin  (22/6). (Foto: Humas Pemkot Cirebon)

(Suara Gratia), CIREBON – Pemerintah Daerah Kota Cirebon akan menambah anggaran untuk Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) terutama masalah pemberian makanan tambahan (PMT) untuk menekan angka gizi kurang dan gizi buruk.

“Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, kami akan evaluasi anggaran untuk Posyandu agar PMT bisa maksimal,” kata Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati saat mengunjungi Posyandu Kelapa Mudah RW 07 Kayuwalang, Kelurahan Karya Mulya, Kecamatan Kesambi Kota Cirebon pada Senin  (22/6).

Pada kesempatan yang sama, Anggota Dewan dari Komisi I DPRD Kota Cirebon yaitu R. Endah Arisyanasakanti mengatakan hasil peninjauan tersebut akan menjadi catatan untuk DPRD Kota Cirebon untuk alokasi anggaran Posyandu.

“Kami lihat untuk PMT masih dibantu swadaya masyarakat, maka ini perlu ada penambahan anggaran,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Posyandu Kelapa Mudah RW 07 Kayuwalang, Kemah Rosbaya mengatakan akan terus berkomitmen meningkatkan pelayanan dengan memperhatikan berat badan dan pertumbuhan balita di wilayahnya.

“Adapun untuk anak yang gizinya kurang, akan diberikan PMT dari Pemda yang ditambah dari hasil swadaya,” kata dia. (Humas Pemkot Cirebon)

PT KAI Daop 3 Cirebon Operasikan Kembali Kereta Api ke Jakarta

Petugas memeriksa penumpang kereta api. (Foto: Humas PT KAI Daop 3 Cirebon)

(Suara Gratia), CIREBON – PT Kereta Api Indonesia (Persero) secara bertahap mulai mengoperasikan perjalanan kereta api (KA) jarak jauh reguler. Salah satunya adalah dari Cirebon ke Jakarta yang sempat terhenti beberapa bulan selama masa pandemi.

“Mulai Minggu (14/6), KAI akan kembali mengoperasikan dua KA Reguler dengan tujuan Jakarta yaitu KA Bengawan dengan relasi Purwosari (Solo)-Pasar Senen (Jakarta) PP dan KA Tegal Ekspress dengan relasi Tegal-Pasar Senen PP,” kata Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Luqman Arif.

Dia mengatakan, khusus bagi calon penumpang yang akan bepergian dari dan menuju Provinsi DKI Jakarta harus memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) DKI Jakarta. Kemudian bagi para penumpang yang melakukan perjalanan menggunakan KA Jarak Jauh, para penumpang harus mengenakan perisai wajah (face shield) yang akan disediakan oleh PT KAI selama dalam perjalanan hingga meninggalkan area stasiun tujuan.

Sama seperti persyaratan perjalanan sebelumnya, ada beberapa hal yang harus dipenuhi oleh calon penumpang dan harus ditunjukkan kepada petugas sebelum boarding. Di antaranya adalah menunjukkan surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif yang berlaku tujuh hari atau surat keterangan uji Rapid-test dengan hasil non reaktif yang berlaku tiga hari pada saat keberangkatan.

Kemudian, menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influenza yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit atau puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas test PCR dan atau Rapid-test. Yang terakhir adalah mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat seluler.

“Secara umum, setiap penumpang kereta api diharuskan dalam kondisi sehat atau tidak menderita flu, pilek, batuk, dan demam. Suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, wajib menggunakan masker dan menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket,” kata dia.

Jika saat proses boarding penumpang tidak memenuhi ketentuan tersebut, lanjut dia, maka tidak diperkenankan melakukan perjalanan dan tiket dapat dibatalkan dengan pengembalian bea penuh.

Baru 6 KA Jarak Jauh yang Beroperasi

Luqman menyatakan hingga saat ini baru ada enam kereta api jarak jauh atau baru empat persen dari total 134 kereta api penumpang reguler yang beroperasi di wilayah Daop 3 Cirebon. Yaitu, KA Ranggajati sebanyak dua kereta, KA Bengawan sebanyak dua kereta, dan KA Tegal Ekspress sebanyak dua kereta.

Setelah dua hari beroperasi sejak 12 Juni 2020, tercatat ada 43 penumpang yang menggunakan KA Ranggajati yang naik dari Stasiun Cirebon. “Dimana pada hari pertama terdapat 16 penumpang, dan pada hari kedua atau hari ini, ada sebanyak 27 penumpang naik dari Stasiun Cirebon,” tambahnya.

Luqman mengimbau kepada para calon penumpang untuk mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan agar penyebaran virus ini bisa dicegah. (Humas PT KAI DAOP 3 Cirebon)

Pasien Positif Corona Nihil, Pemkot Cirebon Masih Perpanjang PSBB

Rapat evaluasi bersama seluruh jajaran Pemkot Cirebon dan instansi terkait. (Foto: Humas Pemkot Cirebon)

(Suara Gratia), CIREBON – Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Edy Sugiarto menyatakan dua pasien dalam pengawasan positif Corona Virus Disease (Covid) 19 sudah sembuh. Artinya, Kota Cirebon sudah nihil dari Covid 19 tersebut.

“Dua pasien yang dirawat sudah sembuh,” kata Edy dalam keterangannya di Media Center Covid-19, hari Jumat (12/6).

Dari total 10 orang yang terkonfirmasi positif corona, ada delapan orang yang sembuh dan dua orang yang meninggal. Meski demikian, Edy menegaskan Pemkot Cirebon terus gencar melaksanakan program Rapid-Test Masal guna memutus mata rantai penularan Covid-19.

Dia menegaskan Rapid-test Covid 19 bukan diagnosa Covid-19 tetapi sebagai screenin atau seleksi antara yang berpotensi terinfeksi Covid-19 karena ada keluhan klinis, risiko terpapar, dan lain-lain. “Walau bukan diagnosa klinis, pemeriksaan ini sangat membantu dalam memutus mata rantai penularan,” kata dia.

Meskipun kini Kota Cirebon sudah tidak ada kasus positif, namun Pemerintah Kota Cirebon masih tetap memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap keempat mulai tanggal 13 Juni sampai dengan 27 Juni 2020. (Humas Pemkot Cirebon)

Rindu Naik Kereta Api? Ini Syaratnya Naik Kereta Api di Era Transisi AKB

Ilustrasi. Penumpang KA Jarak Jauh menggunakan perisai wajah saat di dalam perjalanan kereta api jarak jauh. (Foto: Humas PT KAI Daop 3 Cirebon)

(Suara Gratia), CIREBON – PT Kereta Api Indonesia Persero kembali mengoperasikan kereta api jarak jauh dan kereta api lokal reguler secara bertahap untuk melayani masyarakat mulai 12 Juni 2020. Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh calon penumpang yang akan bepergian menggunakan moda transportasi kereta api.

“Khusus untuk perjalanan KA jarak jauh, penumpang diharuskan mengenakan Face Shield (perisai wajah) yang disediakan oleh KAI selama dalam perjalanan hingga meninggalkan area stasiun tujuan. Calon penumpang KA Jarak Jauh juga diharuskan melengkapi persyaratan sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19 No & Tahun 2020. Berkas-berkas tersebut harus ditunjukkan kepada petugas pada saat melakukan boarding,” kata Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon, Wisnu Pramudyo di Cirebon, hari Rabu (10/6) dalam keterangan resminya.

Ketentuan yang dimaksud adalah menunjukkan surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif yang berlaku tujuh hari atau surat keterangan uji Rapid Test dengan hasil non reaktif yang berlaku tiga hari pada saat keberangkatan.

Kemudian menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influenza atau sejenisnya yang dikeluarkan oleh dokter atau rumah sakit atau puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas tes PCR atau Rapid Test.

Lalu yang terakhir adalah mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat seluler calon penumpang. Secara umum, setiap penumpang KA diharuskan dalam kondisi sehat yaitu tidak menderita flu, pilek, batuk dan demam, suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celcius dan wajib menggunakan masker dan pakaian lengan panjang atau jaket.

Dia menegaskan bila saat proses boarding, penumpang kedapatan tidak memenuhi ketentuan tersebut, maka tidak diperkenankan melakukan perjalanan dan tiket dapat dibatalkan dengan pengembalian bea penuh.

Dalam surat keputusan tersebut, Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo menjelaskan, secara nasional terdapat 14 KA Jarak Jauh dan 23 KA Lokal yang dijalankan kembali mulai 12 Juni 2020 untuk seluruh lapisan masyarakat yang ingin beraktifitas atau bepergian menggunakan kereta api.

“Dengan dioperasikannya 37 KA ini, maka per 12 Juni KAI baru mengoperasikan total 113 KA atau baru 21 persen dari total 532 KA reguler. Adapun rincian KA yang dioperasikan terdiri dari 14 KA Jarak Jauh dan 99 KA Lokal,” kata dia.

Sementara itu di wilayah Daop 3 Cirebon, KA yang beroperasi pada tahap awal ini yakni KA Ranggajati dengan relasi Cirebon – Jember PP. “Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan tiket KA dapat dipesan secara online melalui aplikasi KAI Access dan channel online lainnya mulai H-7 keberangkatan KA. Sedangkan pelayanan di loket stasiun, hanya melayani penjualan tiket go show atau 3 jam sebelum jadwal keberangkatan KA,” kata Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon, Wisnu Pramudyo.

Pada tahap awal, KAI hanya menjual tiket 70 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia. Tujuannya untuk menjaga jarak antar penumpang selama dalam perjalanan. Khusus bagi penumpang dengan usia di atas 50 tahun, petugas akan mengatur tempat duduknya saat dalam perjalanan sehingga tidak bersebelahan dengan penumpang lain.

Wisnu menambahkan bahwa KAI baru menjalankan sebagian perjalanan KA Reguler dengan pertimbangan penerapan PSBB di berbagai wilayah. “Pengoperasian kembali KA reguler ini akan terus kami evaluasi perkembangannya,” kata dia.

Adapun jadwal perjalanan KA Ranggajati di wilayah Daop 3 Cirebon adalah Stasiun Cirebon, berangkat pukul 05.35 WIB; Stasiun Ciledug, berangkat pukul 06.05 WIB dan Stasiun Ketanggungan, berangkat pukul 06.21 WIB. (Humas PT KAI DAOP 3 Cirebon)

%d blogger menyukai ini: