Satpol PP Kota Cirebon Jaring 200 Warga Tak Pakai Masker

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cirebon, Andi Armawan memberikan masker gratis kepada warga yang terjaring tidak memakai masker. (Foto: Humas Pemkot Cirebon)

(Suara Gratia), CIREBON – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cirebon, Andi Armawan menjaring lebih dari 200 warga yang tidak menggunakan masker saat melakukan razia masker yang dilakukan di sejumlah ruas jalan di Kota Cirebon.

“Hingga siang tadi sudah lebih dari 200 orang warga yang terjaring tidak menggunakan masker. Untuk saat ini warga hanya dicatat nama dan nomor KTPnya,” kata Andi di Cirebon, hari Rabu (8/7).

Bila nanti terjaring lagi, lanjut Andi, maka akan ada sanksi sosial yang diterapkan pada warga yang tidak menggunakan masker. Andi juga memberikan masker gratis kepada warga yang terjaring tidak menggunakan masker dan berpesan untuk selalu menggunakan masker saat bepergian ke luar rumah.

Pada kesempatan yang sama, Walikota Cirebon Nasrudin Azis juga mengingatkan kepada warganya untuk terus menerapkan protokol kesehatan.

“Masker merupakan upaya perlindungan paling rendah untuk menghindari diri terpapar virus,” kata dia.

Azis juga mengingatkan kepada pihak pengelola pasar tradisional dan pusat perbelanjaan untuk menekankan kepada pengunjung agar tetap menjalankan protokol kesehatan supaya PSBB tidak kembali diterapkan di Kota Cirebon. (Humas Pemkot Cirebon)

Dampak Corona, Pemkot Cirebon Beri Diskon untuk Pembayaran PBB-P2

Kepala Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Kota Cirebon, Ir. Agung Sedijono, M.Si., usai melepas kendaraan operasional untuk melakukan penyemprotan di halaman dalam Balaikota Cirebon, Jumat, 3 Juli 2020. (Foto: Pemkot Cirebon)

(Suara Gratia), CIREBON – Virus Corona yang menyerang secara global berdampak pada seluruh aspek tak terkecuali ekonomi. Dampak ekonomi yang terjadi pada masyarakat juga berimbas pada penerimaan negara berupa pajak. Untuk meningkatkan pendapatan pajak, Pemerintah Daerah Kota Cirebon memberikan pelayanan berupa pengurangan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan pedesaan (PBB-P2).

“Pengurangan ini diberikan jika melakukan pembayaran di Bulan Juli dari tanggal 7 hingga 31 Juli 2020, masyarakt akan mendapatkan pengurangan hingga 15 persen” demikian seperti yang dikutip dari laman instagram Pemda Kota Cirebon @pemdakotacrb, hari Selasa (7/7).

Kemudian, di bulan Agustus mendapatkan pengurangan hingga 10 persen, dan di bulan September mendapatkan pengurangan hingga 5 persen.

Pembayaran bisa dilakukan di Bank BJB, e-commerce dan minimarket terdekat. Selain itu, khusus pembayaran pada tanggal 7 Juli hingga 31 Oktober 2020 akan dilakukan “Penghapusan Denda Sampai Dengan Tahun 2019”. (Instagram Pemda Kota Cirebon)

Pasien Positif Corona Bertambah Lagi Dua Orang di Kota Cirebon

Rapat jajaran Forkopimda. (Foto: Humas Pemkot Cirebon)

(Suara Gratia), CIREBON – Perang terhadap virus corona di Kota Cirebon ternyata belum usai. Pasien terinfeksi corona virus disease (Covid) 19 bertambah lagi dua orang. Dengan demikian, total pasien positif Covid 19 di Kota Cirebon sebanyak 25 kasus.

“Ada penambahan baru kasus positif Covid-19 sebanyak dua orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Edy Sugiarto di Balaikota Cirebon, seperti yang dilansir dari citrust.id hari Jumat (3/7).  

Kedua pasien tersebut, lanjut dia, berasal dari keluarga pasien positif di Kelurahan Kebonbaru, sedangkan satu lainnya di Kelurahan Pamitran. Dengan demikian, satu keluarga di Pamitran berjumlah tujuh orang positif Covid-19, yang sebelumnya berjumlah enam orang. Sedangkan satu keluarga di Kebonbaru berjumlah tiga orang positif Covid-19.

Imported Case

Sebelumnya, Asisten Pemerintahan Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Sutisna menyebutkan, lima anggota keluarga dari Pamitran, Kelurahan Kejaksan, Kecamatan kejaksan yang terkonfirmasi positif terpapar salah satu anggota keluarga mereka yang sebelumnya telah dinyatakan positif.

“Saat ini keluarga tersebut sudah berada di rumah sakit,” kata Sutisna.

Selain dari Pamitran, dua warga Kota Cirebon yang terkonfirmasi positif kemarin adalah seorang warga Pilang Setrayasa, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kejaksan dan seorang warga Kelurahan Kebonbaru, Kecamatan Kejaksan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan , Edy Sugiarto menuturkan hasil penelusuran pihak surveilance puskesmas, untuk lima orang tambahan positif pada kluster Pamitran pernah melakukan perjalanan ke Jakarta. Sedangkan pada kluster Jalan Samadikun, pernah melakukan perjalanan sekeluarga ke Madura dan transit di Surabaya.

Kemudian, pada kluster Setrayasa masih diperiksa lebih lanjut ke kediaman yang bersangkutan dengan men-tracing orang terdekat dan lingkungannya. Sehingga, Edy belum bisa memastikan akan adanya penularan para pasien positif Covid-19 baru tersebut dari transmisi lokal.

PT KAI Perpanjang Masa Berlaku Surat Keterangan Bebas Covid

Ilustrasi. Petugas sedang memeriksa kelengkapan persyaratan calon penumpang kereta api. (Foto: Humas PT KAI Daop 3)

(Suara Gratia), CIREBON – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperpanjang masa berlaku surat keterangan bebas Covid-19 dari yang semula hanya tujuh hari menjadi 14 hari. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 No. 9 Tahun 2020 tanggal 27 Juni 2020, tentang Perubahan No. 7 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19.⁣

“Masa berlaku hasil Rapid dan PCR Test kini telah diperpanjang menjadi 14 hari, persyaratan melampirkan hasil tes tetap dilakukan sebagai bentuk komitmen kepada penumpang dan pemerintah, agar kereta api menjadi moda transportasi yang mengutamakan keselamatan, aman, nyaman dan bebas COVID-19,” kata Manajer Humas Daop 3 Cirebon Luqman Arif dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Senin (29/6) di Cirebon.⁣

Dengan perpanjangan masa berlaku hasil Rapid dan PCR test, lanjut Luqman, masyarakat yang akan melakukan perjalanan pergi-pulang dalam rentang waktu yang singkat dengan kereta api, tidak perlu melakukan tes ulang sepanjang hasil tes sebelumnya masih berlaku.

Dia mengingatkan kepada calon penumpang agar selalu mematuhi protokol kesehatan lainnya seperti menggunakan masker, memakai baju pelindung lengan panjang, memastikan kondisi tubuh sehat saat bepergian, mengunduh dan menginstall aplikasi PeduliLindungi serta mematuhi instruksi petugas baik di Stasiun maupun di atas KA.

“Secara umum, seluruh penumpang kereta api diharuskan dalam kondisi sehat, memiliki suhu tubuh maksimal 37,3 derajat celcius serta memakai pakaian lengan panjang atau jaket,” kata dia.

PT KAI DAOP 3 Batalkan Perjalanan KA Ranggajati

Sementara itu, mulai tanggal 1 sampai dengan 31 Juli 2020, PT Kai membatalkan perjalanan KA Ranggajati relasi Cirebon-Jember PP. Pembatalan tersebut dikarenakan rendahnya okupansi jumlah penumpang KA Ranggajati per tanggal 12 Juni 2020 lalu.

“Selama 17 hari beroperasi sejak tanggal 12 Juni sampai dengan 28 Juni 2020, KA Ranggajati hanya melayani penumpang naik sebanyak 448 penumpang atau rata-rata sebanyak 26 penumpang per hari yang naik dari Stasiun Cirebon,” kata Luqman.

Dengan dibatalkannya perjalanan KA Ranggajati, maka per 1 Juli 2020 di wilayah Daop 3 Cirebon, KAI hanya mengoperasikan total delapan perjalanan KA atau 6 persen dari total 134 KA penumpang reguler yang beroperasi di wilayah Daop 3 Cirebon. Delapan KA yang beroperasi tersebut di antaranya adalah dua KA Bengawan, dua KA Tegal Ekspres, dan empat KA Kaligung.

Kebijakan pembatalan maupun pengoperasian kembali perjalanan KA ini, lanjut dia, akan terus dievaluasi dari waktu ke waktu dengan mempertimbangkan perkembangan situasi di lapangan.

“Kami mohon maaf kepada calon penumpang KA atas pembatalan perjalanan KA Ranggajati. Hal ini bertujuan sebagai upaya dalam menghentikan penyebaran Covid-19 dan menuju masyarakat aman Covid-19,” kata dia. (Humas PT KAI Daop 3)

%d blogger menyukai ini: