Pelancar Komunikasi

Salah satu masalah yang kerap muncul dalam pernikahan adalah masalah komunikasi.  Oleh karena kita dibesarkan dalam latar belakang yang berbeda, sering kali kita menemui kendala dalam berkomunikasi dengan pasangan.

Berikut akan dipaparkan beberapa saran yang dapat menolong kita berkomunikasi.

Kebutuhan di Balik Komunikasi

Kita mesti menyadari bahwa kebanyakan pembicaraan yang terjadi dalam pernikahan berkisar seputar tema tertentu.  Kendati beragam namun sesungguhnya tema yang umumnya melahirkan topik pembicaraan dalam pernikahan hanyalah dua, satu berkaitan dengan suami dan satunya lagi berkaitan dengan istri.  Pada dasarnya tema yang berhubungan dengan suami adalah KETERTIBAN sedang tema yang berkenaan dengan istri adalah KEPASTIAN.

Suami menginginkan agar segalanya berjalan dengan tertib alias tertata dan dapat dikendalikan. Pria berusaha untuk memegang kendali atau menguasai keadaan sebab hanya dalam kondisi ini ia dapat hidup lega dalam ketertiban.  Bila ia tidak mendapatkannya, ia mudah terjebak ke dalam perilaku dominan dan bahkan, kasar alias memaksakan kehendak.

Istri menginginkan kepastian dan keinginan ini lahir dari kebutuhan akan rasa aman. Bila tidak diperolehnya, istri cenderung mengeluh dan menuntut, supaya kecemasannya berkurang.  Tidak heran, dalam kebanyakan kasus, istri lebih mudah cemas dibandingkan dengan suami.

Sekali lagi, walaupun topik pembicaraan bervariasi, namun kalau kita telusuri dengan saksama, kita akan dapat menemukan dua tema umum ini.  Berdasarkan pemahaman ini, sebetulnya dalam berkomunikasi, penting bagi kita untuk menyadari kebutuhan mendasar ini dan memenuhinya.  Kadang kita meributkan banyak hal di permukaan, padahal yang memunculkan semua ini adalah kebutuhan akan ketertiban dan kepastian.

Jadi, kalau suami sadar bahwa yang dibutuhkan istri adalah kepastian yang dapat menciptakan rasa aman, sedapatnyaberikanlah itu.  Gunakan kata-kata yang menyejukkan dan sajikan informasi yang membuat istri tenang.  Sebaliknya, istri pun sebaiknya memberi kesempatan kepada suami untuk berpikir tenang dan memutuskan persoalan.  Beri bantuan namun sedapatnya berikan ruang yang cukup kepada suami agar ia tidak terganggu.  Usahakan untuk tidak membantahnya sebaliknya dengan tenang dan sabar, ajak suami untuk melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda.

       Ketakutan dalam Berkomunikasi

Setidaknya ada dua hal yang menciptakan rasa takut dalam berkomunikasi.  Pertama adalah TAKUT TIDAK DIMENGERTI.  Banyak kali kita tidak berkomunikasi karena kita takut bahwa pasangan tidak akan mengerti apa yang akan disampaikan.  Jadi, daripada mengatakannya dan tidak dimengerti, akhirnya kita memutuskan untuk tidak mengatakan apa-apa.

Itu sebabnya kita mesti memersiapkan pasangan sebaik-baiknya agar dapat mengerti apa yang ingin kita sampaikan.  Misalnya, kita harus memerhatikan penggunaaan kata yang tepat sebab kata yang tidak tepat dapat mengaburkan makna atau bahkan memancing reaksi keliru.  Kita pun harus memerhatikan kadar emosi sebab kadar emosi berlebihan dapat membuat pasangan mundur teratur sebelum sempat mendengarkan perkataan kita.

Kedua adalah RASA TAKUT TIDAK DIHIRAUKAN.  Sering kali hal ini terjadi dalam pernikahan.  Kita berbicara dengan serius namun pasangan tidak memerhatikan kita.  Matanya tidak tertuju pada kita, dan reaksinya juga sepotong-potong.  Akhirnya kita merasa percuma mengungkapkan isi hati kepadanya.  Inilah yang akhirnya membuat kita enggan berkomunikasi dengannya kembali.

Tidak selalu mudah untuk kita berkomunikasi, terutama bila yang ingin disampaikan adalah hal yang bersifat pribadi.  Itu sebabnya kita mengharapkan tanggapan yang sepadan.  Ketika pasangan tidak memberikan tanggapan yang menggembirakan, keinginan berkomunikasi surut.  Akhirnya kita makin tidak berkeinginan berkomunikasi.

       Membangun Komunikasi 

Komunikasi dibangun bukan saja di atas keinginan, tetapi juga keterampilan untuk berkomunikasi.  Jadi, tidak cukup memiliki keinginan untuk berkomunikasi, kita pun mesti memiliki keterampilan yang mendukung sebab tanpa keterampilan, komunikasi cenderung kandas.

Berikut akan dipaparkan beberapa keterampilan praktis untuk membangun komunikasi.

PERTAMA, KITA MESTI MENCIPTAKAN SUASANA DALAM PERNIKAHAN YANG SELALU MENYEMANGATI TERJADINYA KOMUNIKASI.
Dengan kata lain, bukan saja kita harus menyepakati bahwa komunikasi penting, kita pun harus mengambil langkah konkret untuk menyuburkan terjadinya komunikasi.   Nah, untuk menyuburkan komunikasi kita harus mendorong terjadinya keterbukaan dan kebebasan untuk mengutarakan isi hati.

KEDUA, KITA HARUS MENYUBURKAN TERJADINYA KOMUNIKASI YANG SEHAT DAN KOMUNIKASI YANG SEHAT ADALAH KOMUNIKASI DUA ARAH.
Nah, agar terjadi komunikasi dua arah, kita harus bersedia melakukan dua hal: berbicara dan mendengarkan.  Berbicara kepada pasangan mesti dilakukan dalam bingkai respek.  Kita tidak bisa berharap dan menuntut pasangan untuk mendengarkan bila kita mengutarakan isi hati tanpa rasa hormat terhadap perasaannya.   Jangan beranggapan bahwa oleh karena ia adalah suami atau istri, maka seharusnyalah ia menerima dan mengerti kita.  Ingat, pernikahan tidak memberi kita alasan untuk berbuat semaunya !  Jadi, sebelum mengatakan apa-apa, cobalah tempatkan diri pada posisinya terlebih dahulu.  Mungkin ini akan dapat menolong kita menyeleksi kata dengan lebih tepat.  Juga, jangan lupa untuk bertanya pendapat pasangan dan memberinya kesempatan untuk memberikan reaksi terhadap apa yang disampaikan. Jangan sampai kita mendominasi percakapan.  Setelah mengutarakan satu poin, berhentilah dan biarkan pasangan memberi tanggapan.  Bukan saja berbicara, kita harus mendengarkan pasangan agar tercipta komunikasi dua arah.  Jadi, putarlah tubuh menghadapi pasangan, arahkan kepala dan mata kepadanya, serta lihatlah wajahnya.  Berikanlah konfirmasi dan reaksi lainnya lewat mimik wajah dan tanggapan singkat.  Bahasa tubuh yang seperti ini membuatnya tahu bahwa kita tengah mendengarkannya. Secara berkala kita pun mesti memberikan tanggapan yang mengintisarikan apa yang dikatakannya agar ia tahu bahwa bukan saja kita mendengarkan, kita pun memahami dengan jelas apa yang disampaikannya.

Hal ini penting, terutama untuk mencegah kesalahpahaman.  Kadang kita berasumsi bahwa kita mengerti jelas apa yang dikatakannya, namun ternyata kita keliru menafsirkan perkataannya.  Selain dari intisari, kita pun dapat mengajukan pertanyaan untuk memperjelas apa yang disampaikannya.  Semua ini membuat pasangan tahu bahwa kita mendengarkan dan mengerti apa yang disampaikannya.

Satu hal lagi yang penting dilakukan adalah, sedapatnya tahanlah pencetusan opini, reaksi negatif dan tanggapan menghakimi.  Ingat, pasangan mesti tahu bahwa kita telah mendengarkan dan mengerti apa yang disampaikannya.  Bila kita cepat memberi jawaban dan opini, apalagi kata-kata penghakiman, mungkin ia akan merasa bahwa kita tidak tertarik untuk mendengarkannya.  Atau, bahwa kita merasa diri benar dan tidak terbuka untuk melihat kekurangan pribadi.

TERAKHIR, KITA HARUS JELAS DAN TERBUKA DENGAN MOTIVASI DAN PERASAAN YANG MELATARBELAKANGI UCAPAN KITA.
Kadang dengan sengaja kita menyamarkan motif dan perasaan sesungguhnya yang mencetuskan perkataan kita karena kita tidak ingin mengakui bahwa sebenarnya itulah yang kita rasakan atau inginkan.  Masalahnya adalah, percakapan seperti ini rawan menciptakan kesalahpahaman.  Bila pasangan tidak yakin dengan motif dan perasaan kita, besar kemungkinan ia akan menduga-duga.  Jika ini yang terjadi, bukan saja akan mudah terjadi kesalahpahaman, ia pun mungkin akan menuduh bahwa kita telah berbuat tidak jujur.  Sudah tentu ini akan merusakkan komunikasi.

Motif dan perasaan yang dikemukakan juga berkhasiat untuk menciptakan keintiman.  Komunikasi yang hampa motif dan perasaan, tidak akan lebih dari penyampaian berita.  Komunikasi bukan hanya tentang penyampaian berita; komunikasi adalah juga tentang penyatuan dua pribadi lewat apa yang disampaikan kepada satu sama lain

.

Firman Tuhan di Efesus 4:29 menasihati kita untuk saling membangun, “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.”   Dan, salah satu cara membangun adalah lewat komunikasi.  Di tangan Tuhan kita adalah sarana semata untuk membangun satu sama lain menjadi pribadi yang dikehendaki-Nya.

sumber : telaga.org

Badai Cinta Bagi Indonesia

Komunitas Cinta Anak Bangsa Kota Cirebon membagikan “Permen Cinta” kepada pengunjung Grage Mall Cirebon pada tanggal 12 Februari 2012. Gerakan ini mendorong kepada setiap masyarakat untuk berbuat 3 kebaikan setiap hari kepada siapa saja dengan cara yang paling sederhana. Kegiatan ini direspon positif oleh pengunjung Grage Mall Cirebon.

Kisah Carlos

  Bacaan: Kejadian 49:22-26

Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya… – Pengkhotbah 7:8

Kisah sukses Carlos Arboleya akan sangat menginspirasi kita. Tahun 1960 Carlos menjabat posisi yang cukup tinggi di salah satu bank terbesar di Kuba. Perubahan besar terjadi ketika rezim komunis Fidel Castro menasionalisasi semua bank swasta. Carlos bersama isteri dan ketiga orang anaknya yang masih kecil meninggalkan Kuba menuju Amerika hanya dengan membawa 42 dolar. Dia tidak memiliki pekerjaan dan tidak kenal dengan siapapun juga.

Pekerjaan pertama yang ia dapatkan adalah sebagai juru tulis di bagian inventaris sebuah pabrik sepatu. Meski mendapat bagian yang remeh, Carlos bekerja tanpa lelah dan menunjukkan kualitas kerja yang luar biasa. 16 bulan kemudian ia menjadi manajer. Dalam waktu singkat ia direkrut oleh sebuah bank yang menjadi mitra bisnis pabrik sepatu tersebut. Selanjutnya kita kini mengenal Carlos Arboleya menjadi salah seorang bankir paling sukses di Amerika. *

Dari juru tulis rendahan sampai menjadi bankir sukses. Itulah kisah seorang pengungsi yang positif. Tempat kita memulai tidak penting. Tempat yang kita tuju, itulah yang penting. Banyak tokoh Alkitab yang sukses juga memulai dari tempat yang tidak penting. Yusuf memulainya dari penjara dan perbudakan. Daud memulainya dari seorang gembala. Murid-murid Yesus memulainya dari nelayan sederhana. Namun tempat yang berhasil mereka tuju adalah luar biasa! Apa kuncinya? Penyertaan Tuhan dan hiduplah di dalam kebenaran!

Jika kita melibatkan Tuhan senantiasa di dalam hidup kita. Jika kita hidup di dalam ketaatan penuh akan Firman-Nya. Jika kita bekerja dan berusaha dengan cara-cara yang benar. Jika kita menunjukkan kualitas kerja yang luar biasa : rajin, tekun, ulet, penuh semangat, setia, berdedikasi, jujur, bisa dipercaya, memiliki kompetensi, mau berkembang, dsb. maka kita pasti akan sampai ke tempat yang kita akan tuju. Sekali lagi, yang penting bukanlah bagaimana kita mengawali, tapi bagaimana kita mengakhirinya.

Tempat kita memulai tidak penting. Tempat yang kita tuju, itulah yang penting.

 

Artikel Rohani ini diambil dari Renungan Harian Spirit

The Window

foto : reverseshot.com

Bacaan: I Tesalonika 5:16-18

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus .. – I Tes 5:18

Mungkin Anda pernah membaca kisah singkat yang ditulis oleh G.W. Target yang berjudul “The Window”. Ini kisah tentang dua orang pasien di sebuah kamar rumah sakit yang sempit. Seorang pasien berada di sudut ruangan sehingga ia tidak bisa melihat apa-apa, sementara pasien yang satunya lagi berada di dekat jendela yang terbuka. Pasien yang berbaring di dekat jendela ini selalu men- ceritakan hal-hal indah yang dilihatnya. Ia menceritakan tentang sebuah danau kecil yang dilihatnya. Ia menceritakan indahnya bunga yang berwarna-warni mengelilingi pohon ek yang kokoh. Siang malam ia selalu menceritakan hal-hal indah yang dapat dilihatnya kepada temannya yang berada di sudut ruangan itu.

Tak lama kemudian, pasien yang berbaring di dekat jendela ini meninggal karena kronisnya penyakit yang menggerogoti tubuhnya. Segera sesudah itu, pasien yang berada di sudut ruangan meminta kepada petugas rumah sakit untuk pindah di ranjang bekas pasien yang meninggal itu dengan harapan akan melihat semua hal indah seperti yang diceritakan kepadanya selama ini. Dengan jantung berdegup kencang membayangkan apa yang akan dilihatnya pasien itu perlahan-lahan mengarahkan pandangannya ke jendela itu. Lalu, apa yang dilihatnya? Tak lain hanyalah sebuah tembok kosong!

Lewat cerita populer ini, apakah Anda bisa memetik sebuah pelajaran rohani? Sikap dan cara pandang yang positif! Sejujurnya, sikap ini menjadi sangat langka di jaman ini. Kebanyakan orang akan bereaksi seperti yang dilihatnya. Jika kita hanya melihat tembok kosong, tentu kita akan menjadi bosan dan mengeluh. Jika kita melihat masalah, tentu kita akan menjadi sedih. Jika kita menerima perlakuan yang tidak adil, sangatlah wajar jika kita menjadi marah dan dipenuhi dengan kebencian. Sebenarnya, hidup akan menjadi lebih berat untuk dijalani di saat kita lebih banyak memfokuskan diri kepada hal-hal negatif yang terjadi di sekeliling kita daripada kita mencoba mengarahkan diri kepada iman yang positif.

Apakah hari ini kita sedang berbaring di dekat jendela dengan tembok yang kosong? Meski malam membuat langit menjadi gelap, kita tetap saja bisa melihat indahnya kemilau bintang di malam hari. Dalam situasi yang paling negatif sekalipun, masih ada sisi-sisi positif yang bisa kita syukuri.

Sebuah masalah tidak akan pernah menjadi masalah selama kita melihatnya dengan sudut pandang positif.

 

» Renungan ini diambil dari Renungan Harian Spirit

Yang Paling Sering Bikin Jerawat

Selain faktor kebersihan, stres dan hormon, makanan yang tidak sehat paling sering menjadi penyebab munculnya jerawat. Dari sekian banyak makanan penyebab jerawat, ada yang paling sering menjadi biang keladi. Apa saja?

Jerawat terbentuk ketika folikel di bawah kulit tersumbat. Kebanyakan jerawat terbentuk pada wajah, leher, punggung, dada dan bahu. Jerawat dapat muncul pada kulit siapa pun, tetapi paling sering muncul pada kulit remaja dan dewasa muda.

Berikut beberapa makanan yang paling sering menjadi pemicu munculnya jerawat, seperti dilansir focusacne, Minggu (1/4/2012):

Makanan yang digoreng

Jenis minyak yang Anda konsumsi setiap hari memiliki dampak besar pada kesehatan kulit. Jika mengonsumsi lemak minyak tidak sehat secara teratur, tubuh akan dipaksa untuk menggunakannya untuk membentuk sel kulit baru. Sel-sel kulit tidak akan berfungsi dengan baik. Akhirnya, jerawat dan penyakit kulit lainnya dapat terwujud.

 

Jenis makanan gorengan yang paling sering menyebabkan jerawat antara lain:
1. Kentang goreng
2. Donat
3. Ayam goreng
4. Makanan China cepat saji
5. Mozzarella Sticks

Makanan tinggi gula

Tahukah Anda bahwa gula adalah racun bagi tubuh dan secara langsung atau tidak langsung dapat menyebabkan jerawat. Gula dapat menekan sistem kekebalan tubuh dan berdampak pada penurunan pertahanan tubuh terhadap infeksi bakteri, yang merupakan salah satu penyebab jerawat.

Gula juga mmengganggu penyerapan kalsium dan magnesium, yang merupakan mineral penting untuk kulit yang optimal. Selain itu, gula menyebabkan hilangnya elastisitas jaringan dan fungsi.

Makanan tinggi gula penyebab jerawat adalah:
1. Permen
2. Soda
3. Es krim
4. Coklat
5. Biskuit
6. Sereal

Makanan tinggi karbohidrat

Karbohidrat yang paling penting adalah glukosa, gula sederhana (monosakarida) yang dimetabolisme oleh hampir semua organisme. Semua karbohidrat akhirnya diubah menjadi glukosa, yang kemudian diubah menjadi glikogen untuk penyimpanan dalam tubuh.

Yang penting untuk disadari adalah tubuh manusia membutuhkan hanya sejumlah tertentu dari glukosa agar berfungsi dengan baik. Ketika Anda makan karbohidrat lebih dari yang tubuh butuhkan, maka masalah kesehatan seperti diabetes dan jerawat dapat terwujud.

Berikut makanan tinggi karbohidrat yang bisa memicu jerawat bila dimakan berlebihan:
1. Beras putih
2. Pasta
3. Roti putih

 

-detikHealth-

Kapan Orang Demam Perlu ke Dokter ?

Flu biasa yang seringkali menyebabkan demam dapat hilang dalam waktu seminggu atau dua minggu. Tapi jika gejala flu menetap atau memburuk, maka mungkin seseorang perlu ke dokter. Flu adalah infeksi virus yang sangat menular dari hidung dan tenggorokan.

Flu biasa disertai dengan gejala, antara lain hidung mampet, pilek, bersin, sakit tenggorokan, batuk, demam ringan dan sakit kepala. Semua gejala tersebut biasanya dapat hilang dalam waktu 14 hari, dengan atau tanpa pengobatan.

Jika demam atau flu berlangsung lebih lama dari 2 minggu atau kambuh lagi mungkin kondisi tersebut dapat merupakan alergi, sinusitis, atau infeksi sekunder lainnya.

“Demam adalah gejala yang cukup penting. Flu biasanya berhubungan dengan demam. Orang dewasa dengan demam 102 derajat F (39 derajat C) atau lebih tinggi dan anak-anak dengan demam 103 derajat F (39,5 derajat C) dan lebih tinggi, harus ke dokter,” kata Dr Norman Edelman, kepala medis untuk American Lung Association.

“Jika bayi yang berusia kurang dari 3 bulan dan mengalami demam lebih dari 100 derajat F (37,8 derajat C) harus segera dibawa ke dokter,” kata Dr Carlos Lerner, seorang dokter anak dari Mattel Children’s Hospital di University of California, Los Angeles.

Flu dan demam dapat melemahkan daya tahan tubuh dan membuat rentan terhadap masalah kesehatan mulai dari infeksi telinga, infeksi sinus, radang tenggorokan, bronkitis dan pneumonia. Sakit kepala, demam dan nyeri sinus dapat menunjukkan infeksi sinus yang membutuhkan pengobatan.

“Jika memiliki gejala seperti sakit yang menusuk di dada, batuk dengan dahak berwarna, demam atau sesak napas mungkin dapat merupakan tanda pneumonia dan harus segera ke dokter. Jika gejala datang dengan cepat, maka harus segera mencari perawatan medis,” kata Dr Ross mengatakan.

Kapan kira-kira orang yang mengalami gejala demam perlu ke dokter?

Berikut panduan dari American Academy of Family Physicians mengenai gejala demam dan flu yang perlu diperhatikan seperti dikutip dari EverydayHealth, Minggu (1/4/2012) antara lain:

Pada anak-anak:

1. Demam tinggi, atau demam yang berlangsung lebih dari 3 hari
2. Gejala yang berlangsung selama lebih dari 10 hari
3. Kesulitan bernapas, bernapas sangat cepat atau mengi
4. Warna kulit kebiruan
5. Sakit telinga
6. Perubahan kondisi mental, seperti lekas marah atau kejang
7. Gejala flu seperti membaik, tetapi kambuh dengan demam dan batuk yang lebih buruk
8. Memburuknya kondisi medis yang kronis, seperti diabetes atau penyakit jantung

Pada orang dewasa:

1. Demam tinggi berkepanjangan
2. Gejala yang berlangsung selama lebih dari 10 hari atau lebih buruk
3. Kesulitan bernapas atau sesak napas
4. Rasa sakit atau tekanan di dada
5. Pingsan atau perasaan seperti akan pingsan
6. Kebingungan atau disorientasi
7. Muntah parah atau berkelanjutan
8. Sakit parah di wajah atau dahi
9. Suara serak, sakit tenggorokan atau batuk yang tidak akan hilang setelah 10 hari.

 

detikHealth

%d blogger menyukai ini: